Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gali pondasi rumah, Sarjono temukan mortir aktif

Gali pondasi rumah, Sarjono temukan mortir aktif Mortir. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Desa Ngrundul, Kebonarum, Klaten digegerkan dengan penemuan sebuah mortir aktif, saat akan membangun rumah. Pemilik lahan yang akan dibangun tersebut adalah Hadi Sarjono (88) warga setempat. Saat menggali pondasi ia menemukan peluru peninggalan perang zaman penjajahan Belanda tersebut.

"Minggu kemarin saya bersama anak dan saudara saya sedang menggali pondasi untuk membangun rumah. Namun cangkul saya tiba-tiba terkena benda keras seperti besi. Setelah saya lihat ternyata bentuknya seperti peluru," ujar Sarjono kepada wartawan, Senin (22/9).

Setelah menemukan mortir tersebut Sarjono segera menyuruh anaknya untuk melaporkan ke Polsek Kebonarum. Petugas kepolisian yang datang segera memasang garis polisi, agar masyarakat tak mendekat. Kemudian bersama Tim Gegana Brimob Sukoharjo, Polsek setempat segera mengamankan ke Korps Brimob Sukoharjo.

Mortir berukuran panjang 30 cm dan lebar 15 cm tersebut, diperkirakan merupakan peninggalan zaman perang kemerdekaan. Menurut Sarjono dulu rumahnya pernah digunakan sebagai markas Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Rumah saya ini dulu tahun 1948, memang digunakan sebagai markas tentara. Waktu itu ada 15 orang yang membawa serta persenjataan dan amunisi. Ini mungkin salah satu yang tertinggal," ucapnya.

Kapolsek Kebonarum AKP Waleri mengatakan setelah diamankan oleh tim Gegana, Sarjono dipersilakan kembali membangun rumahnya. Namun pihak kepolisian mewanti-wanti agar tetap berhati-hati.

"Kami persilakan pak Sarjono membangun rumahnya lagi. Namun harus tetap hati-hati, kalau menemukan hal yang seperti itu segera laporkan kepada kami," pungkasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP