Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Galaknya Luhut Panjaitan, tak kalah dengan Ahok

Galaknya Luhut Panjaitan, tak kalah dengan Ahok Sertijab Menko Polhukam. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Gaya komunikasi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mirip Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Keras dan tegas.

Ahok sering kali berkata keras pada bawahannya. Jika tak becus kerja, maka PNS DKI akan dipecat.

Di pemerintah pusat ada Luhut. Gaya komunikasinya juga ceplas-ceplos dan blak-blakan. Dia ingin semua pejabat menjalankan fungsi dan kewajibannya.

Pada Senin (21/9) pekan ini contohnya, Luhut mengingatkan semua pihak agar tak membuat gaduh kondisi dalam negeri. Apalagi sedang terjadi perlambatan ekonomi. Jika masih macam-macam, maka akan dilibas.

"Tidak usah gaduh-gaduh kalau ada masalah saling ingatkan, satu kali ingatkan, dua kali ingatkan, tiga kali kami libas. Itu saja. Jadi supaya clear," kata Luhut dalam acara pertemuan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta.

Soal kabut asap misalnya, Luhut juga berbicara keras. Dia meminta seluruh pihak bergerak mengatasi masalah kebakaran hutan dan asap.

Luhut pernah ngamuk karena gubernur Kalimantan Selatan tidak datang saat diajak rapat koordinasi. Luhut tak terima dari Kalimantan Selatan hanya diutus perwakilan.

"Loh Gubernurnya di mana?" tanya Luhut dengan kesal.

"Saya enggak tahu Pak, saya cuma diperintahkan untuk mewakili di sini," jawab pria itu.

Luhut pun kesal. Dia menegaskan agar sang gubernur tidak main-main dan segera meneleponnya. "Segera suruh telepon saya. Situasi lagi darurat begini, gubernurnya enggak ada. Sekali lagi jangan main-main. Ini perintah Presiden," tegasnya.

Tak cuma itu, Luhut juga meminta kepala daerah yang terkena dampak kabut asap menindak tegas oknum yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan. "Bu menteri, (LHK) tadi yang sampaikan sudah ketahuan lokasi kebakarannya jelas, PT-nya jelas. Kita tidak ada main-main dengan hal ini. Ini harus kita tindak tegas dan saya minta kepala daerah tidak main-main dengan ini," kata Luhut.

Luhut mengancam tak akan mengampuni pelaku pembakaran. Sebab, akibat ulahnya mengakibatkan masalah besar hingga berimbas kepada negara tetangga. "Ini perintah Presiden, atasan kita harus tindak tegas dan presiden sudah turun ke lapangan. Jangan ada keragu-raguan untuk menindak pelaku atau pemilik perkebunan yang tempatnya terjadi kebakaran. Ini sudah masalah harga diri negara," katanya.

Luhut juga pernah menyentil pejabat Papua dan pejabat daerah lain yang sering jalan-jalan ke Jakarta. Pejabat daerah yang sering jalan-jalan ke Jakarta akan dikenai sanksi.

"Mereka banyak membuang waktu di Jakarta dan tempat lain dan ini oleh Mendagri ada peraturan dan kami bersepakat akan mengambil tindakan tegas sesuai perundangan yang berlaku kepada pejabat yang meninggalkan pos-nya dalam kurun waktu tertentu," jelasnya.

Masih banyak pernyataan Luhut yang ceplas-ceplos. Luhut akan marah jika melihat pejabat enak-enakan tidak kerja.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP