Gajah Yani mati, pengujung dilarang mendekati kandang
Merdeka.com - Gajah betina, Yani, yang mati pada Rabu (11/5) kemarin dimakamkan di lokasi Kebun Binatang Bandung. Pagi tadi Yani gajah Sumatera tersebut dilakukan autopsi atau bedah oleh 9 tim dokter. Khawatir ada virus yang merembet pada gajah lainnya, pengunjung pun dilarang mendekat.
Pantauan merdeka.com, pengunjung yang bisa menunggangi gajah di Kebun Binatang Bandung untuk sementara waktu ditiadakan. Dalam radius 100 meter, pengelola memasangi tali sebagai tanda batas melihat gajah dari kejauhan.
"Pengamanan pengunjung, wartawan bahkan dokter dilakukan untuk tidak mendekat. Gajah lain sudah kami ambil sampelnya. Kami akan pantau kesehatannya sampai 30 hari ke depan. Kalau ada kelainan akan menanangani dengan SOP-nya," ungkap Kepala Balai Pengujian dan Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesahatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Jabar, Sri Muji Artiningsih, dalam jumpa persnya di Kebun Binatang Bandung, Kamis (12/5).
Pengunjung yang datang ke lokasi pun memahami situasi tersebut. Dion (29) yang tengah mengasuh putranya tak mempermasalahkan Satwa Gajah sementara waktu tidak bisa digunakan karena alasan keamanan.
"Dari pada kita tertular virus, lebih baik enggak memaksakan ke kandang gajah," ungkapnya yang merasa kasian dengan kondisi Yani.
Dion mengaku sudah melihat kondisi Yani di media elektronik. "Sedih ya. Tapi ya udah semoga ke depannya lebih baik pengelolaannya," tuturnya.
Yani Gajah Berusia 34 tahun ini mati setelah menjalani rasa sakit selama delapan hari. Untuk penyebab kematian hasil autopsi menunjukan adanya kerusakan organ dalam tubuh.
"Yaitu organ paru paru, limpa dan hati adanya perubahan. Ini semua masih diagnosa sementara, kemungkinan radang paru-paru, di limpa itu ada nodul nodul (bintil) dan hati ada peradangan. Mungkin itu jadi penyebab kematian," katanya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya