Gajah serang dokter Octavia mendadak beringas saat diambil fotonya
Merdeka.com - Seorang dokter hewan, dr. Esthi Octavia Wara Hapsari, tewas diserang gajah saat bertugas di Waduk Gajah Mungkur (WGM), Dusun Godean RT 03/RW 02, Sendang, Wonogiri, Rabu (11/5) pagi. Diduga hewan itu mendadak menyerangnya saat dia hendak mengambil foto.
Gajah itu merupakan koleksi terbaru obyek wisata setempat. Saat diserang, perempuan asal Dukuh Gemawang RT 01/RW 01, Desa Nadi, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri itu sedang bersama dua pawang menangani dua gajah.
Kepala Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur, Pardiyanto mengatakan, pada saat kejadian, Octavia tengah mendampingi pawang Hasan Umar yang memandu gajah jantan bernama Panamtu. Menurut dia, kegiatan itu rutin dilakukan bersama Febri, pawang Gajah Panamsari (betina). Namun tiba-tiba, gajah yang baru menghuni WGM selama tiga pekan terakhir itu mendadak beringas.
Sejumlah saksi mengatakan, sekitar pukul 07.00 WIB, kedua gajah di bawa ke lapangan buat latihan dan adaptasi dengan pawang masing-masing. Saat korban bermaksud memfoto gajah jantan dari depan berjarak satu meter dinaiki pawang Arif, tiba-tiba gajah itu menyeruduk korban dan mengenai tubuhnya. Octavia langsung terpental hingga dua sampai tiga meter. Akibat gajahnya mendadak ganas, Arif juga terjatuh.
Saat tersungkur, Octavia sempat ditolong dua orang pedagang. Namun, karena ponselnya terjatuh, dia bermaksud mengambilnya. Tak disangka, gajah itu kembali berancang-ancang dan menyeruduk korban. Melihat kejadian itu, pawang mengajak korban lari. Nahas bagi Octavia, saat akan berlari, dia terpeleset. Ketika itulah gajah itu kembali menyambar Octavia dan menginjak tubuhnya.
Pawang pun kemudian menggiring kedua gajah ke kandang. Octavia kemudian ditolong oleh pedagang dan pegawai obyek wisata, lantas dibawa ke RSUD Wonogiri. Namun sayang, nyawa perempuan berencana menikah tahun depan itu tak tertolong.
Pardiyanto mengaku belum mengetahui penyebab mengamuknya gajah didatangkan dari Kebun Binatang Guci, Tegal, pada April lalu itu. Sebab, selama tiga pekan ini kondisinya cukup baik. Bahkan, gajah itu juga sudah terbiasa dengan pawang serta dokter hewan merawatnya.
"Pasangan gajah ini memang untuk menambah daya tarik wisatawan. Selama ini kami memang belum pernah dinaiki wisatawan, karena memang masih dalam masa orientasi dengan lingkungan yang baru. Dokter Octavia memang kami tugaskan untuk memantau kesehatan gajah tersebut," tutur Pardiyanto.
Secara terpisah, dokter jaga RSUD Wonogiri, Pratikto Widodo menambahkan, Octavia sudah dalam kondisi meninggal saat dibawa ke rumah sakit.
"Hasil pemeriksaan tim dokter kami, ada kerusakan dan pendarahan pada tulang dada dada, memar di bagian perut, kemudian kaki patah," kata Pratikto.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya