Gafatar yang bikin gempar Yogyakarta
Merdeka.com - Markas Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) DIY yang berlokasi di kompleks Taman Kuliner Condongcatur, Sleman menggegerkan publik. Hal ini dikarenakan organisasi tersebut beraliran sesat dan telah banyak merekrut anggota secara sembunyi-sembunyi. Bahkan orang-orang di sekitarnya mengakui kalau para anggota Gafatar yang memang muslim itu tidak pernah salat.
Menurut pengakuan Santi, pemilik kios di sebelah markas Gafatar DIY, selama ini tidak ada hal aneh dilakukan para anggota Gafatar. Mereka bersosialisasi seperti biasa. Hanya saja, lanjut dia, mereka tidak melakukan salat seperti muslim kebanyakan.
"Yang jaga itu namanya Deli dan Aditya. Itu jadi koperasi sembako, tapi sering juga ada kegiatan ramai di sini. Saya sering ngobrol sama mereka, mereka memang bilang enggak salat," kata Santi kepada merdeka.com, Senin (11/1).
Sementara itu di Yogyakarta, markas Gafatar berkedok home schooling. Dari penelusuran merdeka.com di Dusun Kadisoka, RT 2 RW 1, Purwomartani, Kalasan Sleman rumah yang digunakan sebagai home schooling saat ini tampak kosong.
Di sisi selatan rumah berserakan botol-botol bekas. Di antara tumpukan botol itu terdapat beberapa kertas basah terkena hujan. Saat diteliti kertas tersebut merupakan berkas-berkas pengurus Gafatar Yogyakarta. Salah satunya formulir pernyataan kesanggupan mengikuti program eksodus DPD Gafatar Yogyakarta dan juga daftar nama anggota. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya