Gafatar, organisasi terlarang seperti NII
Merdeka.com - Nama Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mencuat pasca setelah dokter Rica menghilang dan diduga mengikuti aliran ormas tersebut. Ormas ini pun dilarang Majelis ulama Indonesia (MUI) karena memiliki aliran sesat.
Ormas ini juga mengingatkan publik pada gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Lalu apa ada kaitannya Gafatar dengan NII?
Menurut pengamat teroris, Al Chaidar, Gafatar merupakan hasil dari metamorfosa Milah Abraham yang dipimpin oleh Ahmad Mussadeq, lalu berkembang lagi menjadi NII atau lebih dikenal dengan KW9 hingga terbentuklah Gafatar.
Dia mengindikasikan masih adanya ormas seperti Gafatar merupakan bentukan dari badan intelijen.
"Susah. Enggak sepele untuk membuktikan, kemungkinan indikasi seperti itu ada," kata Chaidar kepada merdeka.com, Senin (11/1).
Bahkan dia menyebut, ormas seperti ini bisa dikatakan jebakan bagi pengikutnya. Umumnya para pengikut akan terus dimintai dana dengan dalih berjihad, sedekah dan lain sebagainya. Namun Chaidar menilai hal itu memang sengaja dilakukan sampai pengikutnya itu sendiri keluar dan kembali ke kesatuan Indonesia.
"Ormas-ormas kayak gini kan pasti pengikutnya akan melakukan apapun dalam mengeluarkan harta dengan alasan jihad, sedekah, mereka yang sekolah dipaksa untuk tidak sekolah intinya semua hal yang nantinya pengikut akan merasa tersiksa dan dengan sendirinya keluar dari kelompok atau ormas itu," katanya.
Menurutnya wajar saja jika intelejen melakukan jebakan seperti itu, lantaran masih banyak masyarakat Indonesia yang ingin mendirikan negara berdasarkan ideologi mereka masing masing. Jika hal ini terjadi akan membuat kesatuan dan kedaulatan Indonesia terancam sedangkan pemerintah bertugas untuk menjaga kedaulatan negara.
"Wajar, karena negara wajib menjaga kesatuan kedaulatan negara itu sendiri. Selama ini banyak masyarakat kita yang ingin keluar dari kesatuan indonesia dengan menjadikan ideologi sebagai terbentuknya negara versi mereka," lanjutnya.
Dia pun menjamin ormas-ormas seperti ini akan terus terjadi selama keinginan masyarakat Indonesia untuk memisahkan kedaulatan masih tinggi. Di luar dari ideologi ajaran sesat atau tidak sesat, yang jelas menurutnya pembentukan ormas ini memang wajar dibentuk demi kedaulatan negara.
"Ini disebut program defeksi. Menjaring banyak masyarakat sebanyak banyaknya kemudian mereka akan diperas sampai terbentuk image buruk dengan ormas tersebut dan akhirnya mereka keluar dan kembali ke ideologi Indonesia yaitu Pancasila," pungkasnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya