Gadis korban pembunuhan di Karawang dikenal santun dan pendiam
Merdeka.com - Selain keluarga duka mendalam dan rasa kehilangan atas kematian Ririn Agustin, gadis cilik anak pasangan Carwin dan Carmi juga dialami guru serta teman-temannya di SD Negeri IV Jomin Barat. Apalagi korban yang tinggal di Dusun Rawasari, Kota Baru, Karawang itu dikenal pendiam dan sopan.
Guru kelas enam SDN Jomin Barat IV, Zulpiana Linda mengaku selain kaget pihak sekolah dan teman-teman sekelasnya merasa kehilangan sosok Ririn yang terbilang pendiam.
Linda yang juga wali kelas Ririn menyebut selama di sekolah, Ririn merupakan sosok pendiam tapi mudah bergaul. Bahkan kepada guru, Ririn sangat hormat dan sopan tidak pernah membangkang.
"Anaknya pendiam, sopan dan penurut serta tidak nakal, disuruh mengerjakan pelajaran di sekolah, biasa saja seperti siswa lainnya," katanya, Kamis (20/9).
Teman-teman di sekolah serta guru merasa terkejut saat diberitahu Ririn ditemukan meninggal dunia secara tragis. Padahal pada hari kejadian, Ririn yang duduk di bangku bagian belakang merasa senang bisa ikut bergabung kegiatan pramuka.
"Semua teman dan guru di sekolah merasa kehilangan sosok almarhumah," tandasnya.
Kepala Sekolah SDN Jomin Barat IV, Hedy Saputra mengatakan, atas nama sekolah dan pribadi terus terang merasa kaget dan kehilangan satu siswanya yang menjadi korban pembunuhan.
"Pihak sekolah merasa kehilangan sosok almarhum yang pendiam," kata Hedy
Sebelumnya, ayah korban, Carwin (45) tak menyangka anak bungsunya itu meninggal dunia dengan cara mengenaskan dan ditemukan telah membusuk di kamar mandi rumah kontrakan. Rumah kontrakan itu persis berada di depan rumah tempat tinggalnya.
Carwin juga tidak pernah membayangkan jika anak keduanya itu meninggal begitu cepat. Sebab, pihak keluarga tidak merasakan firasat apapun. Hanya saja tiga hari sebelum kematiannya Ririn sempat menyampaikan sebuah permintaan.
"Permintaan terakhir hanya minta tongkat Pramuka di cat, enggak pernah cerita apa-apa lagi," kata Carwin, di kediamannya di Dusun Rawasari RT 01/03 Desa Jomin Barat, Kotabaru, Karawang. Selasa (19/9).
Meski tidak ada firasat namun korban berperilaku manja terhadapnya.
"Tapi belakangan dia sangat manja dengan saya," kenang Carwin.
Carwin juga menceritakan sebelum kejadian Ririn hilang, dia sangat bahagia dengan dibuatkan tongkat untuk latihan Pramuka di sekolahnya.
"Sebelum hilang sekitar pukul 15.30 WIB, temannya bernama Nanda nyamper ngajak berangkat bareng," jelasnya.
Sejak itu lah keluarga merasa kaget karena Ririn tidak juga pulang hilang hingga larut malam. Keluarga semakin dibuat panik. Pasalnya setelah dicari ke teman dan sanak saudara, Ririn tidak juga ditemukan.
"Terus terang selama proses pencarian korban hilang tidak merasa curiga anak saya disekap dikamar kontrakan pelaku depan rumah," imbuhnya.
Seperti diketahui, Ririn Agustin (11) yang masih duduk dibangku kelas IV SDN Jomin Barat, Karawang meninggal dunia dan ditemukan di kamar mandi kontrakan tetangga rumahnya sudah dalam keadaaan membusuk . Korban ditemukan setelah dikabarkan hilang selama tiga hari dari kejadian awal.
Dugaan sementara selain disekap anak baru tumbuh remaja itu tewas akibat dibunuh. Itu merujuk pada proses kejadian serta identifikasi Polisi yang menyatakan jika dalam kasus kematiannya ada jeratan di lehernya.
"Harapan kami keluarga, meminta agar Polisi segera mengungkapnya. Pelaku juga bisa ditangkap dan dijerat dengan hukuman seberat - beratnya," Carwin memungkasinya dengan urai air mata.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya