Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

FX Rudy Berharap Presiden Turun Tangan Selesaikan Konflik Keraton Surakarta

FX Rudy Berharap Presiden Turun Tangan Selesaikan Konflik Keraton Surakarta Presiden Jokowi. ©Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Konflik keluarga di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang terus menerus terjadi, mengundang keprihatinan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Dia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantu penyelesaian konflik keluarga yang sudah berlangsung sejak 2004 itu.

"Ribut keraton itu kan ribut keluarga. Itu jangan dibebankan ke pemerintah daerah. Rampungkan sendiri pusat. Itu tinggal Presiden ngendiko (bilang) kok. Rajanya si 'A' selesai. Kalau enggak mau, ini NKRI kok. Ya itu saja. Urusan keluarga kok," ujar Rudy, Rabu (17/2).

Kendati demikian, Rudy menginginkan agar konflik Keraton Kasunanan Surakarta ini segera selesai. Sehingga bisa menjadi destinasi wisata budaya Kota Solo.

"Keraton ndang (cepat) rampung. Kalau ribut begini terus, ya jangan berharap Solo akan kuncara (maju). Solo kuncoro itu ketika keraton rukun, Mangkunegaran ya rukun, pemerintahe ya rukun. Jadi segitiga ini kalau rukun semua berarti kuncara," tandasnya.

Konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat muncul seusai wafatnya Paku Buwono (PB) XII wafat, pertengahan 2004 lalu. Karena tidak ada putra mahkota, muncul raja kembar, PB XIII Hangabehi yang didukung GKR Wandansari dan lainnya dan PB XIII Tedjowulan.

PB XIII Hangabehi bertakhta di Keraton Surakarta dan PB XIII Tedjowulan bertakhta di Keraton Kilen Badran. Mengakhiri konflik, keduanya pun sepakat berdamai. Tedjowulan kemudian diangkat menjadi Mahapatih.

Seiring berjalannya waktu, konflik pun kembali terjadi dan bahkan meluas. Adik kandung Hangabehi GKR Wandansari, GKR Timoer putri Hangabehi berserta sejumlah kerabat lainnya diusir dari keraton. Demikian juga dengan Mahapatih Tedjowulan pun, saat ini kesulitan bertemu dengan raja PB XIII Hangabehi.

Terakhir konflik kembali memanas setelah GKR Wandansari, GKR Timoer serta sejumlah abdi dalem terkunci di Dalem Keputren selama 3 hari 2 malam. Usai keluar kemudian GKR Wandansari menyerukan perdamaian kepada kerabat guna menyelamatkan keraton peninggalan Dinasti Mataram itu.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP