Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fuad Amin jadikan rumahnya jadi penampungan pengungsi Sampit

Fuad Amin jadikan rumahnya jadi penampungan pengungsi Sampit Rumah Fuad amin digeledah KPK. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih berupaya keras membuka brangkas milik KH Fuad Amin Imron, yang ditemukan di rumah Ketua DPRD Bangkalan, Madura Jawa Timur itu, yang ada di Jalan Kupang Jaya Nomor 2-4, Surabaya, Kamis (4/12).

Proses penggeledahan sendiri, dilakukan sejak pukul 09.00 WIB, dengan ditemani Ketua RT VI/RW II, Kupang Jaya, Sukardi serta dikawal beberapa anggota Polrestabes Surabaya bersenjata lengkap.

Dan gara-gara kesulitan membuka brangkas berukuran 120x80 cm itu, KPK terpaksa memanggil tukang kunci. Bahkan seorang tukang las untuk bisa membuka paksa brangkas yang berada di salah satu ruang di rumah berlantai dua tersebut.

Tanpa diduga, di saat KPK sibuk mengutak-atik brankas tersebut, tiba-tiba sekitar pukul 17.00 WIB, muncul pemuda yang diketahui sebagai salah satu penjaga rumah Ra Fuad, sapaan akrab Fuad Amin Imron.

Si pemuda itu datang menaiki motor matic dan langsung masuk ke dalam rumah melalui pintu sisi kiri rumah serta bergegas mengunci pagar. Saat ditanya sejumlah wartawan, dia tidak menjawab sepatah katapun.

Dan usut punya usut, si pemuda itu bernama Solah. Menurut keterangan warga sekitar, Soleh adalah satu di antara pengungsi Sampit, Kalimantan Tengah, yang dirawat oleh Ra Fuad sejak kecil.

"Awalnya ada lima orang pengungsi Sampit yang ditampung di rumah itu (rumah Ra Fuad), kemudian yang tiga pergi entah ke mana. Dan sampai saat ini tinggal dua orang, ya Soleh itu sama temannya yang satu," kata salah satu warga Kupang Jaya.

Soleh sendiri disekolahkan hingga perguruan tinggi. Hingga saat ini, dia masih kuliah di salah satu universitas di Surabaya. Tak hanya sekolah dan menjaga rumah Ra Fuad, Soleh juga diketahui, jika pagi hingga sore, dia bekerja di salah satu perusahaan swasta.

"Dia ya ikut merawat rumah ini (rumah Ra Fuad di Surabaya). Kalau pulang kerja, dia menyalakan lampu dan menyirami tanaman yang ada di halaman rumah," kata salah satu warga sekitar rumah Ra Fuad, Muksin.

Soleh dikenal warga sekitar, sebagai anak pendiam dan tertutup. Dia kerap diketahui hanya bergaul dengan para tukang becak sesama warga Madura yang ada di sekitar Jalan Kupang Jaya. "Dia gak pernah bergaul dengan warga," sahut Rendra, warga yang lain.

Selanjutnya, masih kata warga sekitar, sejak tersiar kabar Ra Fuat ditangkap KPK pada Selasa dini hari lalu, dua kacung Ra Fuad yang sebenarnya adalah pengungsi Sampit itu, tidak terlihat batang hidungnya. Dan baru Soleh, yang terlihat datang ke rumah yang dibeli Ra Fuad seharga Rp 650 juta sekitar Tahun 1990-an dan kini sudah senilai Rp 10 miliar.

Diberitakan sebelumnya, sejak Kamis pagi tadi, sekitar tujuh orang berseragam KPK dengan kawalan beberapa anggota Polrestabes Surabaya, mendatangi dan menggeledah rumah Ra Fuad di Jalan Kupang Jaya. Dan hingga malam ini, proses penggeledahan masih berlangsung.

Informasi di lapangan menyebut, lamanya proses penggeledahan itu, lantaran tim dari KPK itu kesulitan membuka brangkas yang ditemukan di rumah berlantai dua tersebut.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP