Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Frustrasi kebakaran hutan, pemerintah pasrah berharap pada hujan

Frustrasi kebakaran hutan, pemerintah pasrah berharap pada hujan Kebakaran hutan di Palangkaraya. ©AFP PHOTO/Bay Ismoyo

Merdeka.com - Sejak pertengahan tahun ini, sejumlah provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan dirundung bencana asap. Kondisi itu sampai dari pembakaran ratusan hektare hutan dan lahan gambut yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab.

Meski peristiwa ini terulang setiap tahunnya, pemerintah seolah tak pernah belajar. Untuk kesekian kalinya pula, api tak dapat diredam hingga merembet ke mana-mana.

Semua bak kebakaran jenggot saat api berubah jadi 'musuh'. Proses pemadaman yang mulanya setengah hati baru gencar saat beberapa negara pun ikut terkena imbas asap.

Pemerintah baru sibuk bolak-balik rapat menyiapkan strategi tepat pemadaman asap. Itupun masih sempat gengsi menerima bantuan asing yang merasa kondisi asap saat itu harus ditangani bersama.

Kewalahan mulai terasa saat sejumlah provinsi susah dinyatakan darurat asap. Pemerintah mulai terbuka dengan bantuan asing.

Saat itu, Presiden Joko Widodo secara tegas mengakui bahwa pemerintah Indonesia yang meminta bantuan dari negara lain.

"Kita kemarin sudah minta bantuan, dan dibantu dari Singapura, masih dalam proses, Rusia, Malaysia, Jepang, yang kita harapkan bisa mempercepat penanganan," kata Jokowi usai meninjau pengeboran MRT di Patung Pemuda Senayan, Jakarta, Kamis (8/10).

Bukan tanpa sebab Jokowi meminta bantuan dari tetangga. Menurut kepala negara, bukan hal mudah memadamkan kebakaran di lahan gambut.

"Karena menangani gambut berbeda dengan menangani kebakaran hutan biasa," tegasnya. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP