Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Freeport, putra daerah, dan impian kesejahteraan

Freeport, putra daerah, dan impian kesejahteraan Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Di tengah kemelut soal dugaan adanya tudingan pemufakatan jahat soal kontrak Freeport, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, memilih mundur. Kondisi saat itu memang sedang panas.

Banyak pihak diseret akibat rekaman pembicaraan diumbar Maroef. Mereka adalah politikus Partai Golkar Setya Novanto, dan pengusaha Riza Chalid.

Dalam suratnya, Maroef menyampaikan alasan mundur lantaran masa kontrak kerjanya selama setahun sebagai Presdir Freeport Indonesia sudah berakhir. Namun, tawaran dia mengaku menolak perpanjangan dari pimpinan Freeport McMoRan, selaku induk usaha Freeport Indonesia. Adalah Robert C Schroeder yang sementara menjabat posisi ditinggalkan Maroef.

Menyebut nama Freeport bukan cuma terbayang soal tambang emas dan tembaga. Namun juga soal Papua. Dilihat dari sejarah panjang sejak pendirian, seolah perusahaan itu menjadi duri dalam daging bagi warga setempat.

Mereka juga terus melobi buat mengajukan perpanjangan kontrak, seharusnya berakhir 2021 menjadi 2041. Namun, sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara, pengajuan perpanjangan kontrak baru bisa dilakukan dua tahun sebelum kontrak berakhir. Dengan demikian, paling cepat pengajuan kontrak dilakukan pada 2019. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP