Firasat Anak Wiranto Sebelum Putranya Meninggal Karena Tercebur Kolam
Merdeka.com - Berita duka datang dari keluarga Menko Polhukam Wiranto. Cucunya, Achmad Daniyal Alfatih, meninggal dunia di kediamannya Jalan Tulodong Bawah 4 Lama No. 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/11) kemarin. Bocah berusia 15 bulan itu meninggal setelah tercebur ke kolam ikan.
Ayah almarhum, Abdi Setiawan mengatakan, saat kejadian sedang berada di Kendari. Dia pun mempunyai firasat akan kehilangan buah hatinya itu.
"Sinyal tanda-tanda mau meninggal itu memang sudah ada. Pertama ini anak saya bawa terus, kira-kira 10 hari ini enggak pernah lepas dari saya. Ke Gorontalo, Solo, Bandung, saya bilang, ini anak kok beda dari yang lain. Hati saya kok agak cinta sama dia," cerita Abdi di rumah duka.
Kemudian, dia langsung ke Kendari. Di mana, mendapat tertidur dan bermimpi.
"Di pesawat itu saya diberikan tanda oleh Allah. Jarang saya bisa tidur di pesawat. Dalam tidur saya bermimpi, saya berada di laut kemudian sambil berenang ada semacam binatang menggigit saya tapi enggak sakit, biasanya kan kalau ular laut mematikan tapi ini enggak, sampai akhirnya saya berenang sampai ke dataran," cerita Abdi.
"Sampai tepian saya melihat ke tengah laut itu, kok ada suatu dataran, yang isinya banyak gedung-gedung indah, terus saya lihat pesawat saya enggak ada, kemudian saya terbangun," lanjut dia.
Dia pun menceritakan mimpinya kepada istrinya saat terbangun dan tiba di Kendari. Bahkan sempat tertawa.
"Selepas Dzuhur dikasih kabar Achmad dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saat itu saya sadar bahwa Allah akan mengambil kepunyaannya yang ditiipkan pada saya. Walaupun di bawa ke Rumah Sakit Brawijaya, saya tetap monitor dan dapat kabar bahwa Achmad sudah tidak ada," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya PutraSumber: Liputan6.com
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya