Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ferdy Sambo Ungkap Gerak Gerik Tak Lazim Brigadir J Sebelum Ditembak Mati

Ferdy Sambo Ungkap Gerak Gerik Tak Lazim Brigadir J Sebelum Ditembak Mati Bharada E hadapi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo mengungkap, sikap tak biasa yang diperlihatkan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sebelum insiden penembakan pada Jumat (8/7) lalu.

Hal itu dibeberkan Sambo, saat hadir sebagai saksi dalam kasus obstruction of justice atas terdakwa Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo.

Perilaku tidak lazim itu, kata Sambo, diperlihatkan mantan ajudannya ketika datang ke rumah dinas Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Prasangka Sambo itu terungkap, mulanya hakim menyinggung awal kejadian penembakan yang menewaskan Brigadir J. Sambo diminta menjelaskan keberadaan mantan ajudannya saat tiba di rumah dinas.

"Pada waktu saudara masuk posisi Yosua ada dimana?" tanya hakim saat sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis (22/12).

"Saya tidak melihat, karena dia sudah jalan (ke rumah Duren Tiga),” ucap Ferdy Sambo.

"Saudara tidak berpapasan?" tanya hakim.

"Tidak," jawab Ferdy Sambo.

Namun, Mantan Kadiv Propam itu menyebut bila merujuk rekaman CCTV, Brigadir J terlihat mengarah ke taman saat datang. Saat itulah, Sambo menilai sikap Brigadir J tak lazim yang seharusnya menemuinya namun malah menghindar.

"Kalau dari CCTV ini dia ke taman, karena mungkin tahu saya berhenti, jadi dia lari ke sana," ungkap Ferdy Sambo.

"Apakah perilaku atau sikap ditayangkan Yosua seperti itu lazim enggak? Seperti dia menghindar?" tanya hakim.

"Harusnya tidak lazim, ya mungkin karena dia sudah tahu kalau ada masalah di Magelang, setahu saya," kata Ferdy Sambo.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP