Fakta mengejutkan perampokan eks petinggi ExxonMobil di Pondok Indah
Merdeka.com - Polisi berhasil menggagalkan aksi perampokan dan penyekapan dengan menggunakan senjata api yang dilakukan AJ dan S. Kedua pelaku berencana melakukan aksinya kepada keluarga Asep Sulaeman di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah Jakarta Selatan pada Sabtu (3/9) pukul 14.15 WIB.
Belum diketahui secara pasti apa motifnya mengapa kedua pelaku nekat merampok dan menyekap Asep beserta pembantunya. Pelaku sempat menyandera keluarga pensiunan perusahaan minyak itu selama sembilan jam namun petugas Polda Metro Jaya mengepung kemudian meringkus kedua tersangka tanpa ada aksi kekerasan maupun jatuh korban.
Terdapat beberapa fakta yang mengejutkan dalam kasus perampokan terhadap eks petinggi ExxonMobil di Pondok Indah tersebut. Baik itu fakta dari pelaku ataupun dari korban.
Berikut fakta yang mengejutkan terkait kasus perampokan di Pondok Indah:
Saat perampokan, istri pelaku & korban saling telepon
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah seorang pelaku perampokan rumah mewah di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, diketahui juga mantan karyawan Exxon. Pelaku dan korban juga saling kenal. Bahkan saat kejadian istri keduanya juga saling menghubungi.Hal itu diketahui dari Toto, ketua RT kediaman AJ di Jalan Mina IV, Villa Ilhami, Kota Tangerang, Sabtu (3/9). Menurut Toto, bahkan istri pelaku juga terkaget-kaget rumahnya digeledah polisi."Istri korban sendiri terkejut bukan main karena sampai harus ke rumah polisi memeriksanya. Sedangkan ini sebenarnya istri dari korban saling telepon dengan istri tersangka," kata Toto.
Perampokan di Pondok Indah direncanakan di hotel, pelaku 5 orang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain istri pelaku & korban saling telepon saat perampokan, rencana aksi direncanakan di sebuah hotel. Kasubdit Jatanras Ditkrimum AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan ada 5 pelaku perampokan rumah elite di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Saat ini 3 di antaranya tengah dilakukan pengejaran."Kelompok ini ternyata enggak cuma 4 orang seperti keterangan awal. Dari pengecekan tadi ternyata ada satu orang lagi," kata Hendy, Minggu (4/9).Hendy menuturkan dari tiga orang DPO, salah satunya adalah driver yang mengantar para pelaku dari sebuah hotel ke rumah korban."Yang 1 perannya driver, yang dua lainnya mau memasukkan mobil ke dalam rumah tapi kan sudah ada yang masuk jadi dua orang ini masih menunggu. Kita masih memburu yang tiga," terang Hendy.
Perampok di Pondok Indah simpan 43 peluru tajam di rumahnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comFakta selanjutnya, polisi juga menyita 43 peluru tajam aktif saat menggeledah rumah milik salah satu perampok dan penyandera di perumahan mewah Pondok Indah, Jakarta Selatan berinisial AJ. Diketahui AJ tinggal bersama istrinya di Jalan Mina IV, Villa Ilhami, Kota Tangerang."Saat penggeledahan kami mendapatkan 43 butir peluru kaliber 7,65 milimeter," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Jakarta, Minggu (4/9).Ia mengatakan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggeledah rumah AJ guna mencari barang bukti tambahan di kawasan Kota Tangerang, Banten pada Sabtu (3/9) malam.Awi menyebutkan penyidik kepolisian masih mendalami motif pelaku merampok dan menyandera keluarga pensiunan ExxonMobil tersebut.
Pelaku todong pistol & sekap korban di kamar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolisi menyebut korban penyanderaan di rumah mewah kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan hanya dikurung di kamar. Pelaku juga sempat menodongkan senjata api kepada korbannya."Maksudnya di sana disandera itu selama kejadian korban berada di bawah tekanan di dalam kamarnya dan (pelaku) sempat menodongkan senjata api)juga ya itu yang terjadi. Kalau disekap dalam artian ya di dalam kamarnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi saat dihubungi merdeka.com, Minggu (4/9).Meski begitu, polisi tetap memastikan ada tindakan pencurian dengan kekerasan dilakukan para pelaku. Sebab, tiga korban penyanderaan diminta ponsel serta dompetnya."Kemarin kan terjadi penodongan kemudian meminta ponsel, dompet. Nah, itu kan pencurian dan kekerasannya terbukti," ujar Awi.
Â
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya