Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fakta-fakta kecelakaan Lamborghini maut di Surabaya

Fakta-fakta kecelakaan Lamborghini maut di Surabaya Lamborghini tabrak pedagang STMJ di Surabaya. ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Kecelakaan maut di Surabaya, akibat mobil mewah Lamborghini meluncur tak terkendali ke arah warung STMJ di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/11) pagi, hingga merenggut satu nyawa masih diusut. Polisi pun masih mencari kecocokan keterangan pengemudi, dan saksi di lokasi.

Utamanya buat memastikan apakah dia terlibat aksi balap liar atau tidak. Sebab, beberapa saksi meyakini Lamborghini itu terlibat adu kebut jalanan dengan sebuah mobil Ferrari. Meski demikian, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Andre Manuputti, belum berani memastikan informasi tersebut.

"Itu (balap liar) masih kita dalami. Kalau memang benar ada aksi balapan sebelum kejadian, maka ada unsur kesengajaan," kata Andre di Surabaya kemarin.

Lamborghini dikemudikan Wiyang Lautner (24), warga Darmo Husada Regency 270, Surabaya, kabarnya terlibat balap liar dengan mobil sport Ferrari warna merah. Sampai di lokasi kejadian, kedua mobil mewah itu saling bersenggolan. Mobil Ferrari tetap dalam jalurnya, sedangkan Lamborghini itu oleng, dan langsung menghantam warung STMJ, milik Mujionto, warga Pakis Tirtosari 10 B/15, Surabaya.

Mujionto langsung terlempar dari warungnya dan mengalami patah tulang. Sementara seorang pembeli, Kuswanto (51), warga Kaliasin Gg III, Surabaya, tewas di lokasi kejadian. Istri Kuswanto yang juga berada di lokasi, ikut tertabrak dan mengalami patah tulang.

Kedua korban luka dirawat di RS Haji Sukolilo. Sedangkan korban tewas dievakuasi ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Wiyang awalnya sempat digiring ke RS Dahlan guna menjalani tes urine. Namun hasilnya negatif dari narkoba.

Polrestabes Surabaya juga menggelar olah TKP, di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Jawa Timur, kemarin. Namun, Wiyang menyangkal tengah balapan liar saat kejadian nahas itu.

Kepada polisi, Wiyang mengaku sedang melamun dan kehilangan kendali. Saat mengendarai mobil sport bernomor polisi B 2258 WM itu, Wiyang mengaku mobilnya melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP