Fakta-fakta Minggu kelabu di Adi Sucipto
Merdeka.com - Kemarin menjadi Minggu kelabu bagi dunia dirgantara tanah air. Sebuah pesawat jet latih milik TNI Angkatan Udara jatuh di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta.
Dua awaknya gugur. Mereka adalah Pilot Letnan Kolonel Penerbang Marda Sarjono, dan Ko-Pilot Kapten Penerbang Dwi Cahyono. Keduanya berasal dari Skuadron Udara 15 Madiun.
Menurut penjelasan TNI AU, pesawat T-50i Golden Eagle bikinan Korea Aerospace Industries, Korea Selatan, itu jatuh di kompleks Akademi Angkatan Udara, Bandara Adi Sucipto. Mereka sedang bermanuver buat mengisi acara Gebyar Dirgantara.
"Di Gebyar Dirgantara, lagi solo demo. Ini kecelakaan tunggal. Betul meninggal. Dua-duanya pilot. Kapten Penerbang Dwi Cahyadi, dan Letkol Penerbang Marda Sarjono," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Madya Dwi Badarmanto.
Menurut Dwi, pesawat itu salah satu dari 16 unit yang dipesan dari Korea Selatan. Dia juga mengatakan, burung besi itu sudah sering dipakai beraksi, baik buat berlatih atau aerobatik.
"Iya itu yang baru dibeli kemarin. Sudah sering itu dipakai. Makanya ini kita mau cari tahu kenapa," kata Dwi saat dihubungi.
Pesawat itu jatuh sekitar pukul 09.53 WIB saat melakukan aerobatik dan terbang rendah. Danlanud Adi Sucipto, Marsma Imran Baidirus mengatakan, pesawat jatuh setelah melakukan atraksi di udara selama 15 menit. Saat melakukan manuver, pesawat jatuh ke halaman timur Lanud Adi Sucipto.
"Ketinggian sekitar 500 feet (kaki). Pada pukul 09.53 WIB jatuh," kata Imran kepada wartawan kemarin.
Imran melanjutkan, pesawat itu jatuh menghantam tanah lalu terbakar. Kedua penerbang tidak sempat menggunakan kursi lontar sebelum pesawat jatuh. Imran mengatakan, saat digunakan terbang, kondisi pesawat dalam keadaan baik.
"Base home pesawat itu di Madiun. Pesawat dalam keadaan baik saat terbang," ujar Imran.
Imran juga menyangkal, jet bernomor nomor ekor TT5007 meledak sebelum jatuh. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya