'Fahri Hamzah tak layak jadi ketua tim pengawas TKI DPR'
Merdeka.com - Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) mengecam pernyataan Wakil ketua DPR Fahri Hamzah soal banyaknya anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang. JBMI menilai pernyataan Fahri Hamzah yang dilontarkan lewat @Fahrihamzah tersebut merendahkan martabat buruh migran.
"Sebagai jaringan yang selama ini berjuang memberdayakan dan menegakan martabat buruh migran, JBMI sangat khawatir dengan pernyataan-pernyataan Fahri Hamzah yang tidak berlandaskan fakta, merusak reputasi buruh migran dan menjerumuskan masyarakat," ucap Juru Bicara JBMI Eni Lestari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (24/1).
JBMI menilai, pernyataan Fahri tersebut tak sesuai dengan jabatannya sebagai ketua tim pengawasan TKI. Fahri dinilai gagal memahami persoalan mendasar dan solusi yang dibutuhkan buruh migran diluar negeri.
"Jika Fahri mempelajari seluk belum persoalan buruh migran, tentu dia tahu bahwa anak bangsa menjadi 'babu' di negeri orang karena memang negara gagal mengentaskan rakyat dari kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja layak di dalam negeri."
Menurut JBMI, jika Fahri paham persoalan dan suara buruh migran tentu akan memperjuangkan nasib para pahlawan devisa tersebut. Seperti mendorong agar Undang-undang Nomor 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri segera direvisi.
"Fahri juga pasti akan turut memperjuangkan tuntutan rakyat untuk lapangan kerja layak di dalam negeri, industri yang mengutamakan kebutuhan rakyat, penurunan harga kebutuhan dan pelayanan serta menghentikan perampasan tanah dan militerisme dan berbagai bentuk kekerasan terhadap rakyat lainnya."
JBMI pun mendesak Fahri untuk meminta maaf secara resmi dan terbuka serta mencabut pernyataannya tersebut. JBMI juga akan melaporkan Fahri ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait ucapannya tersebut agar memecat jabatannya sebagai ketua Tim Pengawasan TKI.
Sebelumnya, Fahri mengaku kecewa dengan maraknya pengusutan kasus palu dan arit, salah satunya kasusnya ditangani Polda Metro Jaya dengan terlapor Imam FPI Habib Rizieq Syihab. Dia menilai ramai-ramai itu hanyalah pengalihan isu.
Sebelumnya, Fahri berkicau, "Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela," kata Fahri dikutip merdeka.com dalam akun twitternya @Fahrihamzah, Selasa (24/1).

Tweet Fahri Hamzah dan Hanif Dhakiri ©Twitter
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri ikut beraksi menanggapi kicauan Wakil ketua DPR Fahri Hamzah. Fahri mengaku miris dengan banyaknya anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang.
"Sy anak babu. Ibu sy bekerja mjd TKI scr terhormat. Tdk mengemis, tdk sakiti org, tdk curi uang rakyat. Saya bangga pd Ibu. #MaafkanFahriBu," kata Hanif dikutip dari akun twitternya MHD @hanifdhakiri, Selasa (24/1).
Cuitan Fahri ini juga mengundang reaksi dari para netizen. Mereka menilai ucapan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sangat melukai hati para pahlawan devisa.
"Pak @Fahrihamzah .. rasanya nggak cukup menghapus twit yang menghina buruh migran itu. Anda harus minta maaf kepada mereka. They deserve it," tulis ienas Tsuroiya @tsuroiya.
"Istilah mengemis itu bukan untuk semua mbak..saya tahu kasus buruh migran karena saya ketua TIMWAS TKI," jawab Fahri.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya