Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fahri Hamzah minta KPK ikut telusuri video testimoni Fredi Budiman

Fahri Hamzah minta KPK ikut telusuri video testimoni Fredi Budiman Sidang Freddy Budiman. ©2016 merdeka.com/chandra iswinarno

Merdeka.com - Tim Independen bentukan Polri langsung bekerja menelusuri video testimoni Fredi Budiman. Rekaman itu dibuat Fredi sebelum dieksekusi mati pada 29 Juli kemarin.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut angkat bicara terkait video testimoni Fredi Budiman tersebut. Fahri meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menelusuri video testimoni tersebut untuk membuktikan testimoni Fredi adanya aparat menerima upeti hasil penjualan narkobanya.

"Saya juga bilang, ke mana KPK? Harusnya di sini dia bertindak. Kalau betul-betul korupsi ini berasal dari uang narkotika, itu sulit diberantas," kata Fahri di gedung DPR Senayan, Kamis (11/8).

Selain itu, Fahri menegaskan jika memang sudah ada fakta atau indikasi korupsi dalam kasus ini, sebaiknya masalah itu harus segera diungkap. Dirinya juga meminta pihak Kepolisian, TNI dan BNN agar bertindak tegas dalam memberantas peredaran narkoba, terutama di jajaran internalnya.

"Kalau ada aliran dana masuk ke (oknum) lembaga (penegak hukum), itu jatuhnya korupsi," ujarnya menambahkan.

Diketahui, tereksekusi mati kasus narkoba Fredi Budiman pernah menyampaikan pengakuan kepada Koordinator KontraS Haris Azhar, pada tahun 2014 silam. Dalam pengakuannya kepada Haris kala itu, Fredi menyebut keterlibatan sejumlah oknum penegak hukum dalam bisnis narkobanya.

Sebelum dieksekusi, Fredi membuat video testimoni yang diambil di dalam ruang isolasi oleh seorang pejabat dari Kemenkum HAM. Keluarga Fredi pun melihat aktivitas tersebut.

Saat ditemui sang perekam menolak memberikan video itu dengan alasan bisa menimbulkan fitnah dan harus ada izin dari pimpinan. Dia memilih menyimpan rapat-rapat barang tersebut.

"Disimpan di tempat aman, nanti 20-30 tahun lagi dibuka," katanya sambil berseloroh.

Permintaan agar diizinkan menonton video tersebut juga ditolak. Dia mengaku dalam rekaman kurang lebih berdurasi 30 menit itu hanya berisi cerita Fredi selama berada di tahanan. "Hanya dokumentasi biasa," ujarnya.

Dia mengelak perihal kabar Fredi menyebut sejumlah nama jenderal polisi yang kongkalikong dengannya dalam menjalankan bisnis haram. Namun pejabat itu mengaku menyesal telah merekam detik-detik terakhir sebelum Fredi dieksekusi.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP