Affandi mendadak lupa saat dicecar Fahd soal aliran proyek Alquran
Merdeka.com - Terdakwa turut serta tindak pidana korupsi proyek pengadaan Alquran dan laboratorium Madrasah Tsanawiyah di Kementerian Agama, Fahd El Fouz menyiratkan ada intervensi dari partai politik selain Golkar dalam perkaranya. Hal ini dia ungkapkan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat.
Awalnya, Fahd mengonfirmasi kepada Sekretaris Direktorat Jenderal pendidikan Islam di Kementerian Agama, Affandi Mochtar, mengenai intervensi tersebut. Namun Affandi mengaku lupa dan menjawab tidak tahu.
"Selain partai Golkar ada tidak intervensi dari partai-partai lain?" tanya Fahd ke Affandi, Kamis (10/8).
"Saya tidak merasakan," jawab Affandi.
"Apakah pernah ditelepon Said Muhammad PDIP anggota banggar?" cecar Fahd.
"Saya lupa," tukasnya.
Putra artis senior alamarhum A Rafiq itu tidak puas atas jawaban jawaban yang disampaikan Affandi dalam persidangan hari ini. Dia kembali menyebut beberapa nama yang dinilainya turut mengintervensi proyek tersebut.
Salah satunya politisi Demokrat, Nurul Iman Mustofa dan Zainudin dari PKS.
"Bapak Nurul Iman Mustofa?" Tanya Fahd lagi.
"Lupa," jawab Affandi.
"Zainudin PKS?" Cecar lagi.
"Lupa," tukasnya.
"Saya jangan sendirian jadi korban," ujar Fahd kesal.
Satu nama politisi pun mencuat dalam kasus ini, seperti Priyo Budi Santoso. Mantan wakil ketua DPR Periode 2009-2014 itu disebut turut menerima jatah terkait proyek pengadaan Alquran untuk tahun 2012.
Uang tersebut diserahkan langsung oleh Fahd melalui adik Priyo, di kediamannya.
Namun hingga kasus ini bergulir, KPK baru menetapkan satu orang mantan anggota DPR, Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka dan saat ini telah berstatus terpidana. Terpidana lainnya adalah, Dendi Zulkarnaen, putra kandung Zulkarnaen.
Sampai akhirnya, Fahd El Fouz menambah daftar pihak pihak yang turut serta dalam tindak pidana korupsi tersebut.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya