Fadli Zon Sebut Seolah-olah Kasus Bahar bin Smith Seperti Ditarget
Merdeka.com - Bahar bin Smith ditahan Polda Jawa Barat setelah ditetapkan sebagai tersangka pemukulan terhadap dua anak. Video pemukulan yang diduga dilakukan pendakwah itu beredar viral di media sosial. Nama Bahar bin Smith juga ramai dibicarakan setelah videonya yang menyebut Presiden Joko Widodo sebagai seorang banci itu menjadi viral.
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyebut Bahar bin Smith mengalami diskriminasi secara hukum. Sebagai bentuk dukungannya, dia berencana menjenguk yang bersangkutan yang kini telah ditahan. Apalagi Bahar bin Smith merupakan warga yang ada di daerah pemilihannya.
"Kalau ada kesempatan saya besuk, enggak ada masalah. Karena Habib Bahar bin Smith ini juga di dapil saya di Kabupaten Bogor dan saya kenal juga," jelasnya ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/12).
Fadli mengatakan kasus Bahar bin Smith ini bukan kasus yang independen atau murni pemukulan. Ada rangakaian mendahului yaitu pernah diperiksa karena dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik atas ucapannya yang disampaikan sekitar dua tahun lalu.
"Dan memang seolah-olah ini seperti ditarget. Kita tahu lah bahwa kita hidup di Indonesia ini seperti apa. Sementara yang saya soroti ini adalah persoalan kriminalisasi. Kalau hukum tidak ditegakkan secara adil ya kriminalisasi dan diskriminatif," kata dia.
Diskriminasi hukum ini menurutnya menimpa orang-orang yang tidak berafiliasi dengan kekuasaan. Ini memberi contoh kasus ujaran kebencian yang tidak diproses karena pelakunya berafiliasi dengan kekuasaan adalah pernyataan Bupati Boyolali yang disebut mencemari nama baik Prabowo Subianto.
"Itu kan penghinaan yang jelas-jelas dan nyata. Itu kan tidak diproses sampai sekarang. Yang bersangkutan masih berkeliaran bebas. Tidak ada misalnya penahanan, penangkapan dan sebagainya," ujarnya.
Fadli mengatakan hal ini menunjukkan rezim Jokowi diskriminatif dan menjadikan hukum sebagai alat kekuasaan untuk membungkam suara kritis oposisi. Penahanan Bahar bin Smith menurutnya sangat politis.
"Pasti ini politik lah dan saya tetap berpendapat ini bagian dari kriminalisasi karena ditarget. Kalau mau menegakkan hukum silakan. Kalau misalnya ada dugaan pelanggaran hukum lain silakan, tapi harus adil," jelasnya.
Video pemukulan diduga Bahar bin Smith yang beredar juga menurutnya harus dicek untuk mengetahui apakah itu rekayasa atau bukan. "Jangan-jangan itu juga rekaan. Kan bisa saja terjadi," ujarnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya