Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fadli Zon ngaku pernah ketemu militan Abu Sayyaf, ini kesannya

Fadli Zon ngaku pernah ketemu militan Abu Sayyaf, ini kesannya Fadli Zon. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku atas penyanderaan 10 WNI oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Dia menilai sulit bagi Indonesia untuk mengintervensi Filipina agar mengizinkan TNI masuk untuk melakukan operasi.

"Ini satu hal yang memprihatinkan bahwa ada WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf, dan saya kira kita memang sulit untuk lakukan intervensi dalam hal ini membantu tentara Filipina terkait konstitusi mereka yang tidak memperbolehkan dari luar yang membantu mereka walaupun untuk kepentingan bersama," kata politikus Partai Gerindra ini di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/4).

Fadli mengaku memiliki pengalaman bertemu dengan Abu Sayyaf. Dari pertemuannya pada tahun 1995, dia menilai kelompok Abu Sayyaf adalah sebuah kelompok militan yang memiliki kemampuan gerilya.

"Saya sendiri melihat pengalaman dulu berada di kawasan itu tahun 95, bertemu dengan kelompok Moro National Liberation Front dan Moro National Islamic Front, dan saya ketemu dengan kelompok Abu Sayyaf secara kebetulan di Basilan, di Kota Isabela. Memang kelompok ini kelompok yang sangat radikal, militan dan mereka punya kemampuan dalam bergerilya karena hutan-hutan Kota Jolo dan Basilan, itu medannya cukup berat," katanya.

Dia mengatakan, yang bisa dilakukan Indonesia saat ini adalah melakukan kontak dengan pemerintah Filipina dan Moro Islamic Liberation Front (MILF). Mengapa dengan MILF? Karena menurutnya Indonesia pernah menjadi penengah perundingan Filipina dengan MILF.

"Dan Indonesia juga bersama dengan pemerintah Malaysia pernah menjadi penengah untuk Filipina dengan MILF. Tapi dengan Abu Sayyaf memang sama sekali tidak pernah ada hubungan, independen dan relatif unpredictable," katanya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP