Fadli Zon minta lahan penerbangan komersil di Halim dipersempit
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendorong agar Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta dipersempit lagi. Hal tersebut agar Lanud bisa bekerja maksimal memenuhi tugas negara.
Selain itu, kata Fadli, penyempitan agar meminimalisir tabrakan pesawat. Seperti yang terjadi kemarin antara Pesawat Batik Air jenis Boeing 737-800 dengan nomor registrasi PK-LBS dan pesawat TransNusa dengan jenis ATR 42 seri 600.
"Harusnya bandara Halim itu karena kecil, harusnya untuk komersilnya sangat terbatas. Padahal itu wilayah yang seharusnya dikuasai oleh pemerintah atau negara," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4).
Politikus Gerindra ini berharap ada penataan perhubungan yang rapi. Dia juga mendesak secepatnya dilakukan investigasi.
"Jadi seharusnya segera ada investigasi di mana titik lemahnya, di mana kesalahannya. Yang bersalah tentu harus diberikan sanksi supaya tidak menggampangkan. Supaya betul-betul cermat dan hati-hati di tiap pekerjaan agar tidak terjadi seperti apa yang di Halim itu," tuturnya.
Fadli mengakui, hal ini dilematis jika melihat penggunaan Halim karena Bandara Soekarno-Hatta tidak cukup menampung penerbangan komersil.
"Ada bandara di sekitar itu seperti di Majalengka kalau sudah jadi, ini bisa jadi alternatif," ucapnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya