Fadli Zon kecam kunjungan 5 jurnalis Indonesia ke Israel
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengecam kunjungan lima jurnalis Indonesia yang mengunjungi Israel. Menurutnya, kunjungan itu seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebab Indonesia baru saja menggelar konferensi tingkat tinggi OKI awal Maret lalu, di mana tujuan utama kongres itu mendesak kemerdekaan Palestina dari Israel.
"Memberikan satu pesan yang kurang baik. Karena bagaimana pun di tengah kita baru melaksanakan kongres OKI dengan topik khusus tentang Palestina, kok kita tiba-tiba kunjungan ke sana (Israel). Tidak bijak lah," kata Fadli di komplek parlemen, Kamis (31/3).
Menurutnya, meski kunjungan kelima jurnalis itu membawa nama perusahaan media massa, dan mendapat undangan dari Israel, tetap saja mereka mewakili rakyat Indonesia. Sehingga menimbulkan kesan bahwa pemerintah Indonesia memberi izin kepada mereka.
Politikus Gerindra itu menambahkan, DPR juga kerap mendapat undangan kunjungan ke Israel. Namun, melihat status Israel yang disebut menjajah Palestina, undangan tersebut kerap ditolak.
"Kita juga kadang-kadang mendapat undangan dari Israel tapi kita berusaha semaksimal mungkin tidak menghadiri. Karena ini memberi message yang salah," tegasnya.
Fadli menambahkan, jika Indonesia ingin berdiplomasi dengan Israel, seharusnya pesan yang disampaikan adalah, berikan kemerdekaan bagi Palestina.
"Atau memprotes apa yang dilakukan terhadap menteri luar negeri yang tidak diperbolehkan ke sana," imbuhnya.
Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan kunjungan kelima jurnalis ke Israel atas prakarsa negara zionis tersebut. Pihaknya tidak bisa melarang kunjungan beberapa wartawan ke Yerusalem jika memang atas prakarsa pemerintah Zionis.
Sementara itu, PM Netanyahu menyerukan perlunya perubahan hubungan diplomatik antara negaranya dengan Indonesia. Dia mengatakan hubungan antar Indonesia dan Israel sudah saatnya terjalin secara formal.
"Saya harap kehadiran para wartawan dari Indonesia bisa membantu membuka peluang tersebut," kata Netanyahu di kantornya di Yerusalem, seperti dilansir dari situs resmi pemerintahan Negeri Zionis, mfa.gov.li, Senin (28/3).
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya