Fadli Zon: Jokowi harus protes disadap Selandia Baru dan Australia
Merdeka.com - Pejabat Indonesia kembali disadap oleh negara tetangga. Jika dulu di era pemerintahan SBY, Australia berhasil membobol jaringan operator PT Indosat untuk menyadap pembicaraan Presiden. Kini pemerintahan Jokowi-JK kembali disadap oleh negara persemakmuran Inggris yaitu Selandia Baru dengan membobol PT. Telkomsel.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan penyadapan yang dilakukan Selandia Baru seharusnya tidak etis dilakukan.
"Kita harus mengkritik penyadapan ini. Itu langkah yang sebetulnya tidak boleh dilakukan negara yang bersahabat. kita sangat sesali kalau benar," kata Fadli Zon ketika dikonfirmasi, Senin (9/3).
Fadli mengatakan, Presiden Jokowi harus mengambil sikap tegas dalam penyadapan tersebut. Pasalnya, banyak sekali informasi-informasi soal kenegaraan yang tidak boleh diketahui oleh negara tetangga.
"Seharusnya memprotes keras jika benar terjadi penyadapan tersebut. Sebab, penyadapan terhadap kedaulatan negara. Biasanya punya kepentingan dan dianggap musuh," tegasnya.
Fadli menambahkan, dengan adanya penyadapan ini seharusnya pemerintah mencari penjelasan kepada Selandia Baru. "Sebaiknya kita segera meminta penjelasan terhadap Selandia Baru, apa info itu betul. Dan kita minta hal ini di follow up oleh kemenlu kita terkait dengan misalnya protes," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menanggapi santai saat ditanya soal penyadapan yang dilakukan Selandia Baru dan Australia. Jokowi malah berkelakar yang dia tahu ada sadapan pohon karet dan pinus.
"Sadap? Siapa yang sadap? nggak ada saya juga enggak merasa disadap kalau pas ke Kebun Karet atau pas ke kantin banyak sadap (bumbu sedap) di sana, sadap menyadap di sana," ujar Jokowi.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya