Fadli sebut Gerindra dan Prabowo paling banyak kena fitnah di medsos
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku Partai Gerindra menjadi sasaran berita bohong (hoax) di media sosial. Caranya, kata Fadli, dengan menyebar fitnah-fitnah yang menyasar Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Kami adalah korban yang paling banyak fake news hoax dan juga fitnah-fitnah di media sosial. Seperti ada yang membuat Pak Prabowo seolah-olah berpakaian seperti Nazi dan sebagainya," kata Fadli Zon di kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (29/8).
Wakil Ketua DPR ini juga mengatakan agar kepolisian mengusut tuntas penyebar kebohongan dan kebencian. Tujuannya agar jaringan penebar ujaran kebencian dan Konten SARA seperti grup Saracen tidak ada lagi.
"Nanti ada kelompok apalagi itu kampungan! Kalau mau membasmi itu basmi semua dari mulai biangnya. Biangnya itu dari regulasi dan peluang-peluang yang memungkinkan untuk orang itu bisa berbuat hoax dari providernya, mudah mendapatkan akun," tegasnya.
Menurutnya kerja dari kepolisian dalam menangani media-media sosial yang mengujar kebencian belum maksimal. Dengan jelas dia menyatakan kerja dari aparat hukum amatiran.
"Kalau mau cara kerja yang benar-benar profesional dan baik secara langsung keseluruhan tetapi akses-aksesnya nah itu mulai dari penataan kepemilikan akun-akun yang jelas," katanya.
Kemudian terkait foto viral 'rapat Saracen' yang diunggah akun Twitter @smp_prabowo, yang merupakan singkatan dari Solidaritas Menangkan Prabowo (SMP). Fadli menegaskan SMP tak ada kaitannya dengan Gerindra, apalagi Saracen.
Terkait langkah apa yang diambil terkait akun tersebut, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu.
"Ya nanti kita pelajari kita kaji kalau perlu kita usut nanti kita lihat dulu, informasi ini harus lengkap," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya