Episode baru perburuan Adi, adik Edi Palembang penembak polisi
Merdeka.com - Kasus untuk tersangka almarhum Akrardinata alias Dina alias Edi Palembang (EP) sudah tutup buku karena tewas saat penggerebekan. Namun polisi belum berhenti mengendus jejak komplotannya. Target berikutnya adalah adik Edi Palembang bernama Adi, yang sekarang masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)
Informasi di kepolisian menyebutkan, Adi disebut-sebut turut terlibat sejumlah kasus kejahatan seperti kakaknya, yakni pencurian dengan kekerasan (curas). Meski namanya belum cukup dikenal dalam geng perampok, namun kelincahan Adi tak bisa diragukan.
Sebab menurut polisi, Adi memiliki andil besar terkait sepak terjang kakaknya, Edi Palembang. Bahkan, Adi juga bagian dari komplotan kakaknya.
"Adiknya ini juga diketahui berstatus DPO di sejumlah wilayah, seperti Provinsi Jambi dan Sumatera Barat," ujar Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Riau, AKBP Hendri Posma Lubis, Rabu (3/11).
Hendri mengatakan, pihaknya tengah mencari keberadaan dan peran sang adik, begitu pula catatan kriminalnya. Namun yang jelas, Adi beraksi persis sama dengan abangnya, yakni kejahatan dengan menggunakan senjata api. "Tunggu episode berikutnya, yang jelas dia (Adi) masuk target kita," ujarnya.
Hal senada dikatakan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun. Menurut dia, Adi sempat terlacak bersama Edi Palembang saat masih hidup di sejumlah provinsi. Bahkan kala digerebek di Sarolangun Jambi, Adi berada di sana dan sama-sama berhasil meloloskan diri.
"Saat di Jambi (Sarolangun), dia ada di sana, namun setelah berhasil meloloskan diri, mereka berpencar, dimana Edi Palembang ke Lampung bersama BS dan FW, sementara Adi menghilang," terang Hariwiawan.
Bahkan, Adi diduga terlibat sejumlah kasus perampokan di kampungnya sendiri, yakni di Sumatera Barat. Semuanya dilakukan Adi dengan bermodalkan senjata api. Meski tak segarang abangnya Edi Palembang, Adi masuk dalam daftar orang paling dicari oleh Kepolisian.
"Kasusnya sama dengan Edi, yakni Curas. Kita masih dalami dan mengumpulkan data, berapa jumlah laporan aksi kejahatan adiknya ini, itu masih didalami," terang Hari.
Menurut Hariwiawan, Adi tak sendiri. Dia juga memiliki komplotan penjahat jalanan spesialis perampokan di sejumlah provinsi, khususnya wilayah Pulau Sumatera. "Adi ini bekerja tak sendiri, dimana ia kita ketahui juga memiliki anggota komplotan, nanti kita rincikan lagi," ujarnya. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya