Epidemiolog Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Dampak PON XX
Merdeka.com - Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dampak perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Meskipun PON XX menerapkan protokol kesehatan, risiko penularan Covid-19 masih ada karena interaksi manusia.
"Ini harus menjadi antisipasi kita kalau kemudian terjadi peningkatan kasus karena pertukaran transmisi pada pertemuan banyak orang pada satu waktu," kata Ketua Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane dalam diskusi virtual, Selasa (28/9).
Menurut Masdalina, pemerintah perlu belajar dari Olimpiade Tokyo 2020 dan Piala Eropa 2020. Kedua ajang olahraga itu memicu peningkatan kasus Covid-19.
"Cukup ada peningkatan sedikit dari kegiatan-kegiatan itu. Apalagi saat ini kita sudah mulai akan membuka kegiatan internasional maupun lokal, itu harus jadi perhatian," ujarnya.
PON XX akan berlangsung pada 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mengirimkan 3 juta masker, 3.000 swab, 4 unil alat PCR dan hand sanitizer untuk mendukung pelaksanaan PON XX.
Selain mengirimkan masker, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga membuka gerai masker di setiap vanue PON XX, mengaktifkan posko Covid-19 dan menerjunkan duta perubahan perilaku ke seluruh kabupaten dan kota yang ada di Papua.
"Kami juga sudah mencoba mensosialisasikan (protokol kesehatan) dengan masyarakat sekitar vanue," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya