Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Epidemiolog: Jangan Berenang saat Liburan Agar Tidak Terpapar Covid-19

Epidemiolog: Jangan Berenang saat Liburan Agar Tidak Terpapar Covid-19 Pantai Kuta. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Departemen Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, meminta masyarakat menghindari zona merah dan oranye Covid-19 saat menikmati liburan panjang akhir Oktober 2020. Selain itu, masyarakat juga disarankan tidak berenang di pantai.

Alasannya, berenang membuat seseorang tak bisa menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker. Padahal, masker sangat penting untuk melindungi diri dari Covid-19.

"Kalau kita tahu di pantai berisiko (terpapar Covid-19), jaga jarak, jangan berenang," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (21/10).

Tri mengambil contoh seseorang berlibur ke Bali pada liburan panjang akhir bulan ini. Saat ini, Bali berstatus wilayah zona oranye atau berisiko sedang terhadap Covid-19.

Selama berada di Bali, seseorang tersebut boleh mengunjungi pantai. Namun, tak boleh berenang di pantai. Selama di pantai, harus tetap menjaga jarak dan menggunakan masker.

"Kalau di pantai bisa jaga jarak dengan baik," ucapnya.

Tri mengingatkan, sebelum berlibur ke suatu tempat, masyarakat harus melakukan pemetaan terlebih dahulu. Selain memetakan zonasi, masyarakat harus memastikan tempat yang dikunjungi bukan ruangan tertutup.

"Kalau di ruang tertutup tidak ada sinar matahari dan angin. Sementara angin sangat perlu untuk membunuh virus. Kalau tidak ada sinar matahari probabilitas penularannya tinggi," kata dia.

Tak hanya itu, Tri mengingatkan masyarakat untuk memastikan diri sehat sebelum berlibur. Jika berlibur dalam kondisi sakit maka akan berisiko terpapar Covid-19.

"Yakinkan diri Anda sehat sebelum bepergian," tegasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP