Epidemiolog Beberkan Alasan Covid-19 Sulit Dihilangkan
Merdeka.com - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan, Covid-19 sulit untuk dihilangkan. Alasannya, karena bukan hanya manusia saja yang menjadi inang bagi virus penyebab Covid-19.
"Kalau dihilangkan, dieradikasi itu sulit. Karena inangnya tidak cuma manusia ada juga di hewan. Syarat penyakit menular untuk bisa dieradikasi harus ada manusia saja inangnya. Covid ini tidak," kata dia, kepada merdeka.com, Sabtu (2/10).
Fakta inilah yang membuat Covid-19 sulit untuk dihilangkan. Menurut dia kemungkinan terbesar Covid-19 akan menjadi endemik.
"Eradikasi (Covid-19) menjadi sangat mustahil. Sehingga pilihannya adalah endemik. Karena mutasi juga terus, potensi terjadi mutasi varian baru ada. Walaupun nanti seiring waktu akan semakin lemah. Karena semakin banyak manusia yang memiliki kekebalan dan virus sendiri mengarah ke kondisi yang lebih stabil," urai dia.
Terkait Covid-19 menjadi endemik, dia menyampaikan sejumlah catatan. Salah satunya terkait waktu. Menurut dia, perlu waktu cukup panjang bagi pandemi Covid-19 berubah menjadi endemik.
"Mungkin lebih dari dari 1 dekade. Artinya ketika dia (virus penyebab Covid-19 stabil, tidak banyak mutasi lagi," ungkap dia.
Catatan berikut, perubahan status pandemi menjadi endemik bukanlah kondisi atau pilihan yang akan dialami semua negara. "Sama seperti demam berdarah, HIV. Di banyak negara menjadi endemik tapi banyak negara juga tidak. jadi tidaklah serta merta itu akan dialami semua negara," tukasnya.
"Negara yang sukses adalah yang berhasil terbebas dari status endemik itu sendiri. Dalam arti pandeminya sangat terkendali," tandasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya