Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Eno sempat ingin punya sepeda motor biar mudah pulang rumah

Eno sempat ingin punya sepeda motor biar mudah pulang rumah Enno Parihah. ©2016 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Merdeka.com - Eno Farihah (19), korban pembunuhan sadis di Tangerang, diketahui sebelum ditemukan tewas mempunyai permintaan yang belum sempat dipenuhi orang tuanya. Karyawati asal kampung Bangkir, Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang ini meminta dibelikan sepeda motor biar mudah pulang kampung.

Namun karena kondisi ekonomi yang pas-pasan, permintaan anak ketiganya tersebut belum sempat terpenuhi. Hal itu membuat orang tua merasa bersalah.

"Sebelum meninggal Eno memang pernah minta motor untuk pulang pergi kerja, dari pada naik mobil umum. Saya jadi merasa bersalah, padahal uang sempat terkumpul untuk beli motor, sehari sebelum meninggal," kata kata ayah Eno, Arif Fikri (53) baru-baru ini.

Arif mengungkapkan anak ketiganya tersebut dikenal sosok yang baik dan mudah bergaul, namun dalam keluarga Eno dikenal tertutup jika tengah mempunyai masalah.

"Eno belum pernah pacaran, apalagi dijodohkan," ungkap Arif.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP