Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Endek, kain khas masyarakat Bali dipamerkan di Rusia

Endek, kain khas masyarakat Bali dipamerkan di Rusia Ilustrasi Bali. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/toonman

Merdeka.com - Kain endek yang merupakan kain khas masyarakat Bali mendapat kehormatan tampil dalam peragaan busana di Hermitage Garden Moscow, Rusia. Ajang peragaan busana festival Indonesia itu digelar Kedutaan Besar Indonesia untuk Rusia.

Istri Gubernur Bali yang juga Ketua Dewan Kerajianan Nasional Provinsi Bali, Ayu Pastika hadir dalam gelaran festival peragaan busana itu. Ia mengatakan, banyak pengunjung dan tamu undangan yang terpesona dengan seluruh kain endek yang dikenakan oleh pragawati saat tampil di acara.

Menurutnya merupakan suatu kebanggan tersendiri karena kain lokal yang merupakan kerajinan tangan masyarakat Bali bisa menembus kancah internasional.

"Kita patut berbangga kain endek kita bisa tampil di pentas internasional. Tentunya kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai ajang mempromosikan hasil kerajinan kita, sehingga nantinya kerajinan kita semakin dikenal masyarakat dunia dan berdampak positif bagi para pengrajin endek khususnya dan sekaligus perekonomian Bali pada umumnya," kata Ayu, Minggu (4/9).

Ia menambahkan bahwa respon masyarakat Moscow terhadap endek sangat positif dan mereka antusias untuk mengenal kain hasil para pengrajin Bali. Kata dia, dalam festival tersebut kain endek didesain menjadi berbagai model busana yang dirancang oleh disainer Ferry Soenarto.

Tidak hanya kain endek yang dipamerkan, dalam festival ini Bali juga berkesempatan mempromosikan kain songket khas Bali, perhiasan perak, produk spa serta sejumah kerajinan tangan khas Bali lainnya.

Ajang festival itu pun semakin istimewa bagi Bali karena mengusung tema ‘Bali and Beyond’. Tempat pameran juga didesain sedemikian rupa dengan menggunakan dekorasi khas Bali seperti tedung (Payung khas Bali) dan para pengunjung pameranpun diperlakukan khusus sehingga mereka merasa seperti benar benar ada di Bali.

"Hanya pada pengrajin namun juga pada dunia pariwisata kita," tutupnya. (mdk/sho)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP