Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Enam ekor macan tutul dan kumbang terdeteksi kamera trap TNBTS

Enam ekor macan tutul dan kumbang terdeteksi kamera trap TNBTS Macan tutul & kumbang tertangkap kamera TNBTS. ©2018/Istimewa

Merdeka.com - Sebanyak 6 ekor macan (Panter) jenis tutul dan kumbang terdeteksi oleh kamera trap yang dipasang di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keberadaan satwa tersebut terdeteksi sepanjang 2016 hingga 2018.

"Kalau yang tertangkap kamera 6 ekor dalam rentang 2016-2018. Sudah dewasa semua. Ada kemungkinan punya anak, karena satu individu kelihatan seperti baru melahirkan. Di bawah perutnya ada kantong," jelas Agung Siswoyo, Petugas Pengendali Ekosistem Hutan BB TNBTS, Rabu (21/1).

Kamera trap terakhir kali menangkap keberadaan satwa yang mulai punah itu pada 3 Januari 2018 di Wilayah Jabung, Kabupaten Malang. Sebanyak 55 unit kamera trap terpasang dan setiap bulan harus diteliti dan diidentifikasi jenis satwa yang berhasil ditangkap kamera.

"Sekarang terpasang 5 unit di Kalimati-Semeru. Lainnya sudah kita ambil, tapi belum terpasang lagi," tegasnya.

macan tutul amp kumbang tertangkap kamera tnbts

Macan tutul & kumbang tertangkap kamera TNBTS ©2018/Istimewa

Kendati demikian, Agung tidak dapat memastikan jumlah macan yang hidup di kawasan tersebut. Karena memang belum semua kawasan terpasang kamera trap.

"Kita melakukan survey terus mulai 2015 hingga sekarang dengan pemasangan kamera trap itu. Dari seluruh kawasan belum kita survey semua. Belum seluruh kawasan terpasang kamera trap, sehingga belum bisa menentukan jumlah pastinya," jelasnya.

Macan tutul sendiri, kata Agung, adalah jenis satwa prioritas yang populasinya akan ditingkatkan 10 persen. Namun sebelum ditingkatkan, harus ditahui baseline data dan keberadaannya.

"Berapa yang di Gunung Cerme, TNBTS, itu yang sekarang kita butuhkan," tegasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP