Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Emil Pertimbangkan Opsi Bubarkan SMK Tak Produktif yang Sumbang Pengangguran

Emil Pertimbangkan Opsi Bubarkan SMK Tak Produktif yang Sumbang Pengangguran Ridwan Kamil. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang tertinggi pengangguran terbuka. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dari 7 juta pengangguran terbuka per Agustus 2018, 11,24 persennya merupakan lulusan SMK.

Persentase itu lebih tinggi dari pengangguran terbuka lulusan SMA 7,95 persen, lulusan SD 2,43 persen, sedangkan untuk lulusan SMP yang menganggur ada sebanyak 4,8 persen.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku akan melakukan evaluasi dan membuka opsi membubarkan SMK yang tak produktif mencetak lulusan siap kerja. Menurut Ridwan Kamil, ada yang harus dibenahi dari sistem pendidikan SMK yang sedang berjalan. Diperlukan adaptasi yang bisa sesuai dengan arah ekonomi nasional.

"Sekarang makin digital berarti arah ekonomi ke sana," ujarnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (17/7).

Emil, sapaannya, belum mau mengungkap lebih detil permasalahan yang ada dan lebih dahulu menunggu evaluasi dari dewan pendidikan Jawa Barat yang baru dilantik.

Mereka memiliki tanggung jawab memberikan masukan dan kritisi untuk Pemerintah Provinsi hingga tingkat menteri. Pria yang akrab disapa Emil ini meminta para dewan pendidikan bisa meningkatkan indeks pendidikan di Jawa Barat.

"Saya minta untuk mengevaluasi SMK karena secara statistik masih penyumbang pengangguran terbesar di 2019. Kita terapkan 2020 apa ada sebagian yang dibubarkan atau direposisi," tutur dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP