Emil Minta Warga Tak Berlebihan Sikapi Penangkapan Bupati Cianjur
Merdeka.com - Bupati Cianjur, Irvan Rivanto Muchtar, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan Irvan dirayakan warga dengan menggelar makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur.
Informasi yang berhasil dihimpun, Pimpinan Pesantren At-Taqwa, Umar Burhanuddin menggelar acara makan bersama dengan warga bertajuk 'Ngaliwet 1.000 Kastrol'. Pria yang juga sebagai koordinator acara mengajak semua elemen hadir sebagai ungkapan syukur. Pihaknya menyiapkan 2.000 liter beras dan lauk pauk yang dimasak secara sukarela warga sekitar. Makanan itu disajikan di alun-alun Cianjur.
Ia mengklaim, nasi liwet yang tersedia cukup untuk disantap hingga 16 ribu orang. Selain makan bersama, acara diisi dengan istigasah, salawat bersama, dan ceramah dari sejumlah ustaz.
Aksi itu mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Emil, sapaannya, mengimbau warga agar tidak menampilkan ekspresi berlebihan karena berpotensi menimbulkan kegaduhan. Sebab di balik sosok Bupati, pasti ada kelompok yang mendukung dan tidak mendukung.
"Saya kira bilang tadi, jangan mengekspresikan terlalu berlebihan lah, karena masing masing dari pihak politik pasti ada pihak pendukungnya juga," katanya.
"Ada yang suka dan tidak suka, jadi secukupnya saja. Kita tidak merekomendasikan dan menyarankan hal-hal yang seperti itu," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, KPK menangkap enam orang mulai dari Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, kepala dinas, kepala bidang, dari unsur MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), dan pihak lain. KPK mendapat informasi akan ada penyerahan uang terkait dengan anggaran pendidikan di Cianjur. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, terdapat bukti awal adanya dugaan pemberian suap untuk Kepala Daerah.
"Dari lokasi juga diamankan uang sekitar Rp 1,5 miliar," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Rabu (12/12).
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya