Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Elona tersenyum lega, suaminya bebas dari penyanderaan Abu Sayyaf

Elona tersenyum lega, suaminya bebas dari penyanderaan Abu Sayyaf Elona dan ketiga putranya. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Korban sandera ABK TB Charles, Robin Piter asal Samarinda, akhirnya dibebaskan Al Habsy Misaya, salah satu klan militan Abu Sayyaf. Selain Robin, militan bersenjata Filipina itu juga membebaskan Muhammad Nasir. Semua ABK Charles akhirnya bebas. Penantian istri Robin, Elona Rahmadani selama 172 hari pun akhirnya tuntas sudah.

Siang ini, merdeka.com menyambangi kediaman Elona, di mes karyawan PT Rusianto Bersaudara, di Sungai Lais di Samarinda. Jarum jam menunjukkan pukul 13.28 WITA. Di rumah itu, tiga putra Elona masing-masing Rafni (10), Ramsey (9) dan Bino (5,5), terlihat ceria, bersenda gurau bersama Elona.

Ya Elona sudah bisa tersenyum lega. Penantian dia selama 172 hari ini, akhirnya terjawab. Suaminya, Robin Piter dan Muhammad Nasir, akhirnya dibebaskan. Tidak ada lagi perasaan cemas dia, terkait nasib suaminya itu. Meski dia selama ini pernah jatuh sakit lantaran beban pikiran di kepalanya.

"Iya, lega. Alhamdulillah. Saya dapat kabar Pak Rahmad dari Kemenlu sekitar jam 3 sore kemarin. Pak Nasir dan suami saya (Robin Piter), Alhamdulillah dibebaskan dan sekarang ada di tempat yang aman di Filipina," kata Elona, saat berbincang di rumahnya.

Hari demi hari, Elona tak hentinya terus berdoa, berharap besar dua sandera itu bisa dibebaskan, menyusul pembebasan lima rekan lainnya. Elona terus optimistis, suaminya akan dibebaskan. Terus menumbuhkan rasa optimistis itu, dia juga intens berkomunikasi bersama Krista, anak satu-satunya Muhammad Nasir, yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah.

"Disandera sejak 20 Juni 2016, sampai sekarang sudah 6 bulan kurang 8 hari. Ya sudah 172 hari. Kalau saya, terus optimistis, suami saya harus selamat. Alhamdulillah, suami saya sehat," ujar Elona.

"Lima orang teman-teman suami saya, memang sudah bebas. Saya juga senang. Tapi ya itu, saya optimistis terus berdoa. Saya juga terus berkomuniksi dengan Kemenlu dan perusahaan," tambahnya.

"Bersyukur, akhirnya Allah beri jalan untuk bersama lagi. Untuk ke Jakarta nanti, bertemu suami saya, saya menunggu informasi perusahaan saja," terangnya lagi.

Lantas, apa yang akan dilakukan ke depan, bersama Robin Piter saat nanti bertemu dan kembali pulang ke Samarinda?

"Rencana ke depan belum kepikiran. Saya hanya menunggu dulu kabar lebih lanjut dari perusahaan, dari Kemenlu, dari berita media juga," ungkapnya.

"Anak saya yang paling besar, Rafni, sempat saya beritahukan kalau papahnya disandera. Nangis, dia nangis minta papahnya jangan keluar negeri lagi. Kalau adiknya, Ramsey, tahunya dari teman-teman sekolahnya yang nonton TV kalau papahnya disandera," demikian Elona mengakhiri perbincangan.

Diketahui, insiden penyanderaan 20 Juni 2016 lalu, dalam pelayaran pulang ke Samarinda, TB Charles diadang dua kapal perompak di perairan Filipina selatan. Kapal pertama berisi perompak berbahasa Melayu Malaysia, membawa tiga ABK masing-masing Kapten Ferry Arifin, Mabrur dan Edi Suryono. Berselang kurang dari 20 menit kemudian, giliran kapal berikutnya, perompak berbahasa Inggris, membawa Ismail, Robin Piter, M Nasir dan M Sofyan.

Dua ABK Charles sebelumnya berhasil kabur, menyusul tiga orang lainnya dibebaskan Al Habsy Misaya. Melalui lobi-lobi, akhirnya Kemenlu resmi mengumumkan Senin (12/13) kemarin, seluruh ABK TB Charles telah dibebaskan, menyusul pembebasan Robin Piter dan Muhammad Nasir, dari tangan militan bersenjata Filipina. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP