Elma Theana sadar Padepokan Aa Gatot lebih banyak mudaratnya
Merdeka.com - Aktris senior Elma Theana dikenal sebagai orang dekat Gatot Brajamusti alias Aa Gatot, mantan guru spiritualnya. Selama sembilan tahun Elma pernah berkecimpung dengan padepokan binaan Aa Gatot di wilayah Sukabumi. Belakangan, setelah berhasil 'lepas', Elma menyadari bahwa apa dilakukan selama ini banyak ruginya.
Elma menceritakan ini kepada Teddy Syah. Hasil wawancara ini diunggah ke akun youtube, Kamis (1/9) kemarin, dengan judul 'Eksklusif! Pengakuan Jujur Elma Theana'.
Dalam video, perempuan kelahiran 3 Oktober 1974 itu menyadari bahwa selama ini keluarganya selalu diabaikan. Alasan saat itu, kata Elma, lantaran dirinya merasa nyaman ketika bergabung dengan padepokan Aa Gatot. Apalagi sang guru kala itu tidak pernah melarang untuk meninggalkan keluarga.
"Akhirnya saya belajar di sini, di sana, ternyata saya salah. Walaupun saya merasa itu benar, tapi saya salah, Itu tadi manfaat dan mudaratnya, saya (merasa) lebih banyak mudaratnya. Dan ikut kesadaran untuk tidak ke sana lagi," kata Elma.
Meski merasa salah, Elma tetap menampik bila selama sembilan tahun itu disebut mengikuti ajaran sesat. Namun, dia mengakui selama bergabung kalai itu merasa bahwa Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) sekaligus guru spiritualnya merupakan sosok hebat.
"Pokoknya saya waktu apa-apa berpikirnya harus ke sana, segala sesuatu apapun tak ada yang lebih hebat dari Aa (Gatot)," ungkapnya.
Elma juga enggan membeberkan lebih detail mengenai aktivitas selama di padepokan bersama Aa Gatot. Menurutnya, pengalaman itu merupakan bagian privasinya di masa lalu dan menjadi catatan kehidupannya. "Kalau diungkit-ungkit akan membawa gibah yang panjang," tegasnya.
Adik Elma, Sonni Septian, mengakui kehidupan kakaknya selama sembilan tahun begitu menyesatkan. Kehidupan Elma di mata keluarga laiknya orang berbeda. Elma bahkan hanya sebentar bila kembali ke rumah dan hanya memberikan uang kepada anaknya.
Menurut Sonni, ada kebiasaan unik biasanya sebelum kakaknya itu kembali ke padepokan. Elma, kata dia, pasti pergi ke pusat perbelanjaan dan memborong pelbagai macam kebutuhan. "Nanti beli apa saja, biar di bawa ke sana," ujar Septian.
Lebih parah lagi, kata Septian, Elma juga menjadi tidak pantas ketika menghadapi ibundanya. Apalagi ketika keluarga menyinggung mengenai kegiatannya di padepokan bersama Aa Gatot.
"Nanti Kak Elma ceramah, dibenerin semua soal Aa (Gatot)," terang Septian. "Saat itu merasa itu jalan hidupnya yang terbaik. Enggak peduli sama keluarganya. Tapi tetep saja ngerasa dirinya bener," tambahnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya