Eks pengurus Gafatar buka suara, ada pihak memanfaatkan nama ormas
Merdeka.com - Mantan pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang tidak mau disebutkan identitasnya membantah jika peristiwa hilangnya sejumlah orang di Yogyakarta disebabkan Gafatar. Menurutnya Gafatar secara resmi sudah membubarkan diri sejak tahun 2015, sehingga setelah itu tidak ada lagi organisasi Gafatar seperti yang membuat heboh sekarang.
"Gafatar secara resmi sudah membubarkan diri tahun 2015. Itu dari pengurus pusat hingga daerah," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (12/1).
Karena itu dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Yogyakarta. Dia menduga ada kelompok yang menggunakan nama Gafatar untuk kepentingan sendiri.
"Saya setelah Gafatar membubarkan diri tidak pernah mengikuti lagi, saya tidak tahu apakah itu Gafatar atau bukan. Tapi kalau seperti itu orientasinya sudah berbeda," terangnya.
Gafatar sendiri dibubarkan setelah ada fatwa dari MUI Aceh yang mengatakan jika Gafatar Aceh adalah ormas sesat. Setelah itu para pengurus DPD Gafatar Aceh dipidanakan.
"Karena kasus itu kemudian membubarkan diri. Tapi bagi kami Gafatar itu tidak sesat," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya