Eks Pansus Century nilai pemberitaan Asia Sentinel bunuh karakter SBY
Merdeka.com - Dalam pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyinggung perihal pemberitaan yang dimuat media Hongkong Asia Sentinel. Dalam isi berita tersebut Bank Century digunakan untuk merampok negara.
Dengan tegas SBY menyebutkan bahwa hal yang wajar bilamana kader Partai Demokrat marah, karena dinilainya pemberitaan tersebut sudah termasuk fitnah.
"Fitnah, saya memahami gusar karena fitnah dimunculkan di musim pemilu motif dan kepentingan politik," tegas SBY.
Atas penyataan tersebut kader Partai Demokrat yang juga mantan anggota Pansus Bank Century Michael Wattimena tidak terima SBY dikaitkan dengan kasus Bank Century. Terlebih dalam isi tulisan itu disebutkan SBY menggunakan Bank Century untuk melakukan pencucian uang sebesar USD 12 miliar.
"Pemberitaan tersebut sudah fitnah, dan sudah membunuh karakter Pak SBY. Kami yakin ini fitnah untuk mengalihkan isu," tegas Michael Wattimena, Selasa (18/9).
Untuk itu dirinya menyesali permasalahan yang dinilai sudah selesai dimunculkan kembali. Menurut Wakil Ketua Komisi IV itu sebagai mantan anggota pansus Century, dia menyesali pemberitaan tersebut.
"Kami sebagai mantan anggota pansus century kita keberatan Pak SBY dikaitkan kasus Bank Century. Ini sengaja pengalihan isu jelas tahun politik," kata Michael.
"Sebagai anggota Pansus century dari fraksi Demokrat pernah melakukan pertemuan dengan Ibu Sri Mulyani mantan Menteri Keuangan era Pak SBY di kediamannya kompleks Menteri Jln Widya Chandra Saya pikir pertemuan khusus, tidak tahunya hanya ingin menjelaskan dan mengulangi yg sudah dijelaskan dalam rapat pansus Bank Century," papar Michael Wattimena.
"Waktu itu saya berpikir sifatnya rahasia, ternyata pertemuan itu bagian yang sudah dijelaskan. Jadi bukan yang luar biasa, bahkan pertemuan tersebut hanya meluruskan saja dan tidak ada kaitkannya dengan Pak SBY dan Partai Demokrat," jelasnya.
Disebutkan juga bahwa kasus Bank Century dinilai sudah selesai. Bahkan dokumen setinggi lemari sudah diserahkan ke KPK dalam sidang paripurna DPR RI. Bahkan pansus sudah mempercayai kinerja kepada KPK.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya