Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Eks Mensos Juliari Bantah Minta Jatah Rp10.000 ke Vendor: Saya Baru Tahu Ada Ini

Eks Mensos Juliari Bantah Minta Jatah Rp10.000 ke Vendor: Saya Baru Tahu Ada Ini Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara Jalani Sidang Lanjutan Suap Bansos Covid-19. ©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara menegaskan tidak mengetahui terkait adanya pungutan fee senilai Rp10.000 dari setiap vendor pengadaan bansos Covid-19.

"Saya baru tahu ada kasus ini, sebelumnya tidak pernah," tutur Juliari saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta Pusat, Jumat (9/7).

Selama proses pengadaan bansos Covid-19, Juliari melanjutkan, dirinya tidak pernah menerima laporan adanya pungutan fee. Dia baru mengetahui hal tersebut setelah kasusnya bergulir di KPK.

"Tidak pernah," ujar dia.

Juliari juga membantah melakukan praktik titip vendor dalam pengadaan bansos Covid-19. Urusan vendor selalu diarahkan kepada pihak yang memang menangani berbagai hal terkait pengadaan bansos.

"Saya pernah sampaikan hanya agar BUMN atau BUMD dan mereka miliki koordinasi bisnis tak terlalu jauh dari pekerjaan tersebut agar diberikan kesempatan, kalau lain-lain biasanya hubungi saya lewat Whatsapp, saya sampaikan agar mereka datang langsung ke Kemensos dan silakan saja hubungan sama pihak terkait," kata Juliari.

Selain itu, Juliari juga menjelaskan bahwa uang yang diberikan kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal, Akhmad Suyuti senilai Rp500 juta merupakan uang pribadinya dan diserahkan dalam bentuk dollar Singapura dengan dititipkan lewat stafnya yakni Kukuh Ariwibowo.

"Uang pribadi saya. Saya nggak berikan ke Suyuti, tapi lewat Kukuh. Saya panggil kukuh ke rumah pribadi saya. Lupa (waktunya), pokoknya beberapa hari sebelum keberangkatan (ke Jawa Tengah)," beber Juliari.

Perjalanan menggunakan transportasi non reguler pun lantaran dalam kondisi darurat, sehingga wajar menggunakan pesawat sewaan untuk kunjungan kerja. Juliari lantas membantah telah melakukan pengadaan jet pribadi.

"Saya sampaikan koordinasi ke Biro Umum (untuk sewa)," jelasnya.

Lebih lanjut, Juliari mengaku ikut meninjau penyaluran bansos Covid-19 bersama Menko PMK dan juga kepala daerah. Dalam prosesnya, tidak ada warga yang mengeluhkan paket bansos dan meminta masyarakat untuk mengembalikannya jika ada yang rusak.

"Hotline, ada nomor WhatsApp email juga yang kita buat dalam rangka pengaduan terkait bansos," kata Juliari.

Reporter: Nanda PerdanaSumber : Liputan6.com

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP