Eks Jubir: Perjuangan Tak Sebatas Selamatkan Pegawai Nonaktif Tapi Independensi KPK
Merdeka.com - Pegiat Anti Korupsi Febri Diansyah menyatakan potensi ancaman saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sudah tidak lagi independen. Dia meyakini, lembaga antirasuah tersebut akan semakin mudah disusupi kekuatan eksternal khususnya kontestasi politik di tahun 2024.
"Berbahaya ketika KPK tidak independen, kalau KPK bisa dikuasai kekuatan tertentu, kekuatan politik tertentu kita tidak bisa bayangkan kontestasi bisa berjalan fair di 2024 nanti," kata Febri dalam akun Instagram pribadinya @febridiansyah.id, seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (5/6).
Mantan juru bicara KPK ini menambahkan, tidak pernah bayang dalam dirinya saat lembaga antikorupsi yang independen digunakan untuk menghajar lawan-lawan politik tertentu. Dia meyakini, bila hal itu terjadi, maka oligarki akan semakin kuat.
"Tidak ada kontestasi politik fair misal oposisi yang kuat dan pihak berbeda dengan kekuasaan yang salah satunya dengan tools lembaga pemberantasan korupsi yang tidak independen," ujar dia.
Oleh karena itu, Febri menegaskan, aksi para pegiat antikorupsi bukan hanya ingin menyelamatkan 75 pegawai KPK nonaktif karena gagal tes wawasan kebangsaan. Namun lebih kepada menjaga marwah independensi KPK dari ancaman rasuah dan politik.
"Kita sering bilang ini tidak hanya 75 saja tapi independensi KPK," dia menandasi.
Reporter: Muhammad Radityo PriyasmonoSumber: Liputan6.com
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya