Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Efek Samping Vaksin Sinovac Bagi Lansia: Nyeri hingga Demam

Efek Samping Vaksin Sinovac Bagi Lansia: Nyeri hingga Demam Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2021 REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Merdeka.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K. Lukito mengatakan vaksin Sinovac untuk orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun memiliki efek samping. Temuan ini berdasarkan hasil uji klinik fase 1 dan 2 di China serta fase 3 di Brasil.

"Efek samping umum yang terjadi adalah ringan yaitu nyeri, ruam, demam, bengkak, merah pada kulit dan sakit kepala," katanya dalam konferensi pers melalui YouTube BPOM RI, Minggu (7/2).

Uji klinik fase 1 dan 2 di China dilakukan kepada 400 lansia. Hasil uji klinik menunjukkan, kadar antibodi atau imunogenisitas lansia berada pada angka 97,96 persen setelah dilakukan dua kali penyuntikan vaksin Sinovac dengan rentang waktu 28 hari.

Sedangkan hasil uji klinik fase 3 di Brasil menunjukkan lansia berada dalam kondisi aman dan tidak menimbulkan efek samping serius derajat ketiga setelah dilakukan dua kali penyuntikan. Uji klinik fase 3 di Brasil melibatkan 600 lansia.

"Telah diperoleh hasil bahwa pemberian vaksin ini kepada orang 60 tahun ke atas aman dan tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan," jelasnya.

BPOM telah memberikan izin penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac untuk lansia di atas 60 tahun. Keputusan ini berangkat dari data 47,3 persen kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia merupakan lansia.

"Menjadi keharusan tentunya bagi pemerintah untuk menetapkan memberi pemberian penggunaan vaksin yang tersedia yaitu saat ini adalah CoronaVac menjadi prioritas untuk juga diberikan kepada kelompok lansia," ujarnya.

Meski demikian, kata Penny, pemberian vaksin kepada lansia harus melalui tehapan pemeriksaan kesehatan. Sebab, umumnya lansia memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang berisiko tinggi saat menerima vaksin.

"Mengingat populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi maka pemberian vaksin ini juga harus dilakukan secara hati-hati," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP