Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Duta besar Israel kerap kunjungi Indonesia

Duta besar Israel kerap kunjungi Indonesia Duta Besar Israel buat Singapura Amira Arnon (merdeka.com/Faisal Assegaf)

Merdeka.com - Duta Besar Israel buat Singapura diam-diam kerap melawat ke Indonesia meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik. Terakhir ia datang tahun lalu bersama rombongan pengusaha asal Israel.

Salah satu agendanya bertemu petinggi KADIN (Kamar Dagang dan Industri). Seorang pejabat KADIN yang hadir dalam perayaan kemerdekaan Israel di Singapura Kamis malam pekan lalu membenarkan soal seringnya Arnon datang ke Jakarta. "Dia kan sering datang ke Indonesia," kata seorang petinggi KADIN merujuk pada Duta Besar Israel buat Singapura Amira Arnon. Dia mengungkapkan KADIN selalu mendapat undangan serupa saban tahun.

Hanya saja, Arnon berusaha menyangkal soal itu. "Saya tidak pernah ke Indonesia," ujarnya selepas resepsi kemerdekaan. Namun, ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya karena lawatannya tahun lalu diketahui. "Apakah Anda tahu itu dari duta besar Yordania (Duta Besar Yordania untuk Indonesia Muhammad Dauwdieh)?" kata dia balik bertanya.

Indonesia memang menolak mengakui Israel selama Palestina belum merdeka. Prinsip ini ditekankan berkali-kali oleh para pejabat Indonesia.

Meski begitu, kedua negara sudah menormalisasi hubungan dagang sejak Presiden Abdurrahman Wahid berkuasa pada 2001. Menurut seorang pengusaha yang menjadi agen bisnis Israel di Indonesia, di zaman Gus Dur inilah normalisasi hubungan dagang dengan Israel terjadi. Melalui surat keputusan Menteri Perdagangan Luhut Panjaitan, transaksi bisnis berlangsung. "Pada 2006, KADIN menandatangani nota kesepahaman dengan IEI (Institut Ekspor Israel) saat mereka berkunjung ke sana," katanya.

Seorang warga Singapura yang mengaku menjadi salah satu perunding dalam pembukaan hubungan dagang Indonesia dengan Israel membenarkan soal itu. Karena itulah, ia yakin hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu bisa terbentuk di masa depan. "Jangan beharap selama masih ada orang seperti Netanyahu (Perdana Menteri Benjamn Netanyahu) dan Lieberman (Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman). Mungkin di masa generasi muda seperti Anda." (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP