Dulu John Kei, sekarang Hercules disikat polisi

    Reporter : Muhammad Mirza Harera | Sabtu, 9 Maret 2013 03:32

    Dulu John Kei, sekarang Hercules disikat polisi
    hercules tiba di polda. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

    Merdeka.com - 26 Januari 2012, salah satu preman yang ditakuti di Jakarta terlibat kasus pembunuhan. Tidak tanggung-tanggung korbannya adalah direktur PT Sanex Steel Indonesia, Tan Hary Tantono alias Ayung.

    Tidak membutuhkan waktu lama, polisi berhasil menangkap pria asal Maluku tersebut, pada Jumat 12 Februari 2012 di hotel C'one. Tidak mudah menangkap John Kei, karena dia melakukan perlawanan dan polisi pun harus menembak kaki kanannya untuk melumpuhkan pria yang berprofesi sebagai debt collector itu.

    Karena perbuatannya, John Kei dikenakan pasal 340 KUHP dan dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 12 tahun.

    Kini, giliran penguasa Pasar Tanah Abang Hercules ditangkap polisi beserta anak buahnya yang berjumlah 44 orang. Hercules diduga meresahkan masyarakat karena sering mengganggu dan memeras warga.

    "Benar, mereka di sana sedang mengamankan lahan, tapi sering memeras warga dan mengganggu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada merdeka.com saat dihubungi, Jumat (8/3).

    Saat hendak dibawa ke mapolda metro jaya, Hercules sempat marah-marah dan hampir membuat keributan.

    "Hercules kira pihak Bellmont yang manggil polisi buat apel. Dia enggak suka, ribut besar. Petugas sempat lepas tembakan ke atas," ujar Kapolsek Kembangan Sutoyo terpisah.

    Hercules dan anak buahnya meradang. Mereka mencoba melawan polisi. Tapi polisi tidak gentar. Polisi mengeluarkan beberapa tembakan peringatan. Suasana sempat mencekam, tapi polisi berhasil meringkus Hercules dan anak buahnya.

    Tak lama kemudian puluhan anggota Resmob Polda Metro Jaya datang ke lokasi. Mereka dipimpin Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heriawan. Herry menangkap Hercules bersama 49 anak buahnya.

    AKBP Herry sempat berteriak meminta Hercules diborgol. "Borgol Hercules jangan sampai diistimewakan!" kata Herry. Herry dikenal sebagai sosok perwira yang keras melawan premanisme. Dia juga yang dulu pernah menembak mati anak buah Hercules di Cengkareng.

    [cob]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Pemerintah akan tarik diri jika revisi UU terbukti lemahkan KPK
  • Sesak napas, TKW asal Sukoharjo meninggal di Malaysia
  • Sidak parkiran, Kadishub Tangsel awalnya garang mendadak bungkam
  • Hari Pers Nasional, pemerintah & media digugah perbaiki sistem arsip
  • Menko Polhukam bertemu dewan keamanan Rusia bahas penanganan teroris
  • Pemerintah Jokowi beri izin Freeport untuk ekspor konsentrat
  • Kinerja buruk, Kadis Pertamanan DKI diancam pecat Ahok
  • Bentrok TNI-Polri di pesta pernikahan berawal dari cekcok jam malam
  • Digoyang isu PHK, Menteri Hanif sebut banyak industri butuh karyawan
  • Sakit dan sendirian saat banjir, Winarni tewas di kamar
  • SHOW MORE