Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dukung PSBB Jakarta, Ridwan Kamil Sarankan Anies Tetap Koordinasi dengan Pusat

Dukung PSBB Jakarta, Ridwan Kamil Sarankan Anies Tetap Koordinasi dengan Pusat Ridwan Kamil melayat Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terkait kebijakan PSBB. Kedua belah pihak menyetujui bahwa urgensi di wilayah Ibu Kota harus mendapat dukungan.

Hanya saja, menurut dia, rencana Anies memberlakukan PSBB seperti awal pandemi harus dikonsultasikan lebih mendalam dengan pemerintah pusat. Sebab, keputusan Pemerintah DKI Jakarta memiliki dampak bukan hanya skala regional, tapi nasional.

"Jadi kita menyepakati bahwa urgensi di Jakarta harus didukung oleh Jawa Barat. Tapi mohon dikonsultasikan dengan pemerintah pusat karena setiap keputusan di DKI Jakarta berpengaruh juga tidak hanya regional tapi nasional," kata dia di Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9).

Berkaitan dengan sejumlah wilayah di Jabar, yakni Bodebek yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, Ridwan Kamil mengaku masih mengkaji kebijakan yang akan diambil. Sejauh ini, wilayah Bodebek selalu mengikuti kebijakan yang Pemerintah DKI Jakarta tetapkan.

"Kita akan mengkaji karena Bodebek ini kan statusnya juga jasih PSBB (proporsional), jadi tidak ada (status PSBB) yang perlu saya cabut, yang ada adalah bagaimana wali kota bupati menerjemahkan status PSBB yang tidak perlu diperbaharui lagi tapi diterjemahkan dengan pengetatan. Misalkan jalur lalu lintas orang-orang yang kerja di Jakarta dan sebagainya," katanya.

Tetapi, dia belum bisa membicarakan lebih jauh karena rincian pemberlakuan PSBB di Jakarta belum resmi.

"Jadi kemarin itu kesepakatannya, Pak Anies akan konsultasi lagi ke (pemerintah) pusat. Setelah itu kita akan rapat lagi untuk mengambil keputusan akhir," jelasnya.

Di luar dari wilayah Bodebek, pria yang akrab disapa Emil ini menyatakan belum ada wacana kebijakan baru. Contohnya, kasus Covid-19 di wilayah Bandung Raya ia klaim masih relatif terkendali dan klasteringnya tidak ada yang mengkhawatirkan.

"Hitungan dua minggu terakhir hampir 70 persen itu Bodebek.hanya kota bandung saja yang agak tarik, lain lainnya ngga (tinggi)," jelas dia. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP