Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dukung Program Mitra Tani, Wapres: Tinggal di Desa Rezeki Kota dan Bisnis Mendunia

Dukung Program Mitra Tani, Wapres: Tinggal di Desa Rezeki Kota dan Bisnis Mendunia Wapres Maruf Amin Dukung Program Mitra Tani. ©2022 Liputan6.com

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengapresiasi kerjasama antara pemerintah dengan perusahaan, bank dan berbagai pihak lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani di desa lewat program mitra usaha tani. Hal itu disampaikannya saat menghadiri langsung acara panen pisang cavendish di Demplot Desa Pulung Ponorogo, Jawa Timur.

"Jadi, ini saya kira menjadi program pemerintah sekaligus juga untuk menghindarkan terjadinya perpindahan masyarakat urbanisasi ke kota-kota, menghindari urbanisasi. Tetapi memang desa juga harus menarik. Istilah yang sering diucapkan orang, tinggal di desa, rezekinya rezeki kota, kemudian bisnisnya bisnis mendunia," katanya di Demplot Desa Pulung Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (30/3).

Menurutnya, pangsa pasar dunia terhadap buah-buahan dari Indonesia masih cukup besar. Sebab itu, perlu ada kerjasama dalam upaya meningkatkan produksi, baik dari segi kuantitas, kontinuitas, maupun juga kualitas.

"Nah, ini sekarang juga melalui pisang cavendish. Dia tinggal di desa, tapi rezekinya rezeki kota, dia berjualan sampai ke Singapura, ke Timur Tengah, ke Cina, dan lain sebagainya. Ini saya kira pemberdayaan masyarakat desa, ini menjadi suatu prioritas untuk menyejahterakan masyarakat kita," jelasnya.

Menilik konsep Creating Shared Value (CSV) yang diterapkan dalam program ini, lanjut Ma'ruf, perusahaan dituntut untuk memainkan peran ganda yakni menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial. Salah satu bentuknya adalah menjadi mitra bagi petani.

Pola kemitraan di sektor pertanian dinilainya sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga menggerakkan sumber daya perdesaan untuk menghasilkan produk yang berdaya saing. Bagi petani, kemitraan dapat mengatasi masalah pembiayaan usaha pertanian, memperbaiki kualitas produk, dan meningkatkan akses pasar bagi produk yang dihasilkannya, sementara perusahaan juga akan memperoleh persediaan bahan baku yang berkualitas.

"Senin lalu juga saya menghadiri kegiatan penanaman jagung dan kedelai di Kabupaten Purwakarta, sebagai bentuk kemitraan antara Yayasan Sosial Kemasyarakatan, Perum Perhutani, dan para petani dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Perhutani menyediakan lahan untuk ditanami jagung dan kedelai oleh para petani. Dan pola kemitraan ini selayaknya juga dikembangkan di wilayah lain guna mendukung kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Ma'ruf.

Untuk pengembangan budidaya pisang cavendis, kata Ma'ruf, tercatat sudah berhasil dikembangkan dan diekspor di beberapa daerah, antara lain Aceh, Lampung, sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Blitar, kemudian Jawa Barat ada Garut, Sukabumi, hingga Bali yakni daerah Jembrana.

"Saya ucapkan selamat atas buah manis dari penanaman pisang Cavendish di Desa Pulung ini. Dan saya harap areal tanam bisa semakin meluas mengikuti jejak keberhasilan program serupa di Tanggamus, Lampung, yang sudah berkembang," tutup Ma'ruf.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP