Dukung penutupan Gang Dolly, warga Madura siap pasang badan
Merdeka.com - Wacana penutupan lokalisasi terbesar se Asia Tenggara, Gang Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur pada 19 Juni mendatang, masih menuai pro dan kontra. Setelah mendapat protes dari sejumlah elemen massa yang menolak atas penutupan lokalisasi, hari ini (22/5), giliran massa pendukung penutupan yang mendemo Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Bertempat di halaman Balai Kota Surabaya, ratusan massa dari Ikatan Keluarga Madura (Ikamra), Gerakan Rakyat Surabaya (GRS), dan Forum Madura Bersatu (Formabes) menyatakan sikapnya untuk mendukung keputusan Pemkot Surabaya, yang akan menutup Gang Dolly dan Jarak pada 10 hari sebelum bulan puasa tahun ini, atau tepat pada tanggal 19 Juni mendatang.
Para pengunjuk rasa yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak itu, menyatakan siap pasang badan mendukung kebijakan Risma dan siap berhadapan dengan kelompok-kelompok yang menentang penutupan.
Ketua Dewan Penasihat Ikamra, Ali Badri Zaini mengatakan, pihaknya memberi atensi dan mensupport penuh keputusan wali kota, sebab penutupan lokalisasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota, melainkan juga masyarakat Kota Pahlawan.
"Penutupan Gang Dolly dan Jarak adalah juga tanggung jawab warga Surabaya. Jadi, kami akan mendukung penuh keputusan Ibu Wali (Risma). Membiarkan kemaksiatan, itu sama saja membiarkan dosa terus menerus dilakukan. Yang menanggung dosa, bukan hanya pelakunya, tapi seluruh warga Surabaya juga ikut menanggung dosa," tegas Ali Badri di lokasi aksi.
Salah satu tokoh Madura di Surabaya ini juga menegaskan, penutupan Gang Dolly harus dilakukan secepatnya. "Kalau mungkin, tidak tanggal 19 Juni, kalau bisa secepatnya. Bagi yang menentang keputusan ini, kami siap pasang badan untuk menghadapi mereka yang menolak," tandas dia.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya