Dukung pembangunan di Indonesia Timur, BMKG perluas jangkauan di Papua
Merdeka.com - Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati berencana memperluas area pelayanan di Papua. Perluasan tersebut guna memandu jalannya pembangunan infrastruktur dan transportasi yang tengah berlangsung di bagian timur Indonesia.
"Fokus program BMKG pada tahun ini adalah meningkatkan kualitas layanan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk memandu pembangunan infrastruktur dan transportasi di Papua. Program ini adalah bentuk dukungan BMKG terhadap salah satu visi dalam Nawacita, yaitu membangun Indonesia dari wilayah perbatasan," ujar Dwikorita dalam keterangannya, Selasa (17/4).
Dwikorita menjelaskan BMKG akan menjalankan beberapa program prioritas. "Di tahun 2018, BMKG akan membangun satu radar cuaca di Bandara Wamena, melengkapi 5 radar cuaca lain yang sudah dibangun di Bandara DEO Sorong, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Timika dan Bandara Merauke. Radar tersebut dapat meningkat akurasi informasi cuaca dan bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan transportasi, acuan dalam pembangunan infrastuktur dan pedoman cuaca publik untuk masyarakat," papar Dwikorita.
Dwikorita menambahkan selain radar cuaca BMKG pun akan menambah 1 display cuaca. "Selain radar cuaca BMKG pun akan memasang 1 display cuaca di Bandara Frans Kaisiepo Biak. Peralatan untuk gempa pun telah ditambah dengan sensor seismograf di lokasi Enarotali, dan akan dilaksanakan peremajaan peralatan gempa di Biak dan Wamena. BMKG pun akan memperluaskan jangkauan Automated Weather Observing System (AWOS) di 12 bandara. Bandara Kepi, Bandara Babo, Bandara Teluk Bintuni, Bandara Inanwatan, Bandara Teminabuan, Bandara Bilorai, Bandara Ewer, Bandara Ilu, Bandara Numfor Biak, Bandara Tanah Merah, Bandara Enarotali dan Bandara Ransiki," ungkap Dwikorita.
Dwikorita optimis bahwa BMKG dapat memberikan informasi akurat terhadap masyarakat di daerah perbatasan.
"BMKG juga telah menyiapkan Videotron di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw, Jayapura. Videotron tersebut nantinya akan memuat informasi hasil dari radar cuaca. Seluruh instrument dari mulai radar, display, AWOS dan videotron beserta jaringannya akan terkoneksi secara digital ke Big Data Analytic dan Artificial Intelligent. Dengan demikian peringatan bencana akan semakin cepat terdeteksi, jangkauan deteksi yang semakin luas dan akurasi informasi yang semakin akurat. Dengan peningkatan kualitas layanan, masyarakat di daerah perbatasan dapat lebih tanggap terhadap bencana," jelas Dwikorita.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya