Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dukung KPK, mahasiswa Semarang demo bawa peti mati & batu nisan

Dukung KPK, mahasiswa Semarang demo bawa peti mati & batu nisan Mahasiswa Semarang demo dukung KPK. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya Peduli KPK Jum'at (20/2), melakukan aksi mendukung upaya penguatan KPK yang saat ini masih mengalami upaya kriminalisasi oleh Mabes Polri.

Aksi dukungan KPK ini dilakukan ratusan mahasiswa, dengan membawa peti mati dan batu nisan yang dibawa mahasiswa di Kawasan Bundaran Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Aksi yang didukung mayoritas mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang ini, membawa spanduk putih berukuran satu meter kali lima meter bertuliskan; '#Save KPK, Aliansi BEM Semarang Raya Peduli KPK'.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Aksi Muhammad Mughinin Labib meneriakkan, mahasiswa di Semarang mendukung penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi, yang dilakukan lembaga antirasuah ini terhadap kejahatan kasus korupsi yang terjadi di Indonesia.

Untuk itu, upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh anggota Mabes Polri Budi Gunawan (BG) harus dilawan. Sehingga, mahasiswa Semarang mendesak KPK untuk mengajukan PK.

"Kita sebagai mahasiswa dan aliansi BEM bersikap, mendesak KPK mengajukan PK atas putusan praperadilan BG," teriaknya dalam orasi.

Selain itu juga mendukung KPK untuk tetap mengusut tuntas kasus BG dengan menemukan bukti-bukti baru terhadap kasusnya.

"Kami juga mendukung Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk memeriksa hasil praperadilan dan hakim Sarpin Rizaldi yang kami nilai sangat ganjil dan aneh," paparnya.

Kemudian mereka juga mendukung Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Mabes Polri, untuk memeriksa Budi Waseso terkait pelanggaran HAM yang telah dilaporkan oleh Komnas HAM, Kontras dan ICW.

"Presiden Jokowi juga harus mengatasi masalah 21 penyidik KPK yang diperkarakan oleh Mabes Polri terkait kepemilikan senjata api (senpi) tanpa izin. Sehingga kita harus mendukung para penyidik KPK jika tidak para mafia koruptor akan berlenggang, berjoget saat melakukan upaya penggembosan terhadap KPK," ungkapnya.

Sampai saat ini, ratusan mahasiswa masih melakukan orasi dengan pengawalan ketat dari petugas Satlantas, dan satu peleton Unit Shabara Polrestabes Semarang mengatur arus laLu lintas di sekitar Bundaran Kawasan Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP