Dukung Jokowi, Maruarar Sirait Minta Mafia Bola Dihabisi Karena Hambat Prestasi
Merdeka.com - Politikus PDIP Maruarar Sirait mendukung Satgas Anti-Mafia Bola menuntaskan kasus pengaturan skor. Hal itu sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk menyikat habis mafia bola di Indonesia.
Menurut Ara sapaan Maruarar, tindakan para mafia bola tidak hanya merusak persepakbolaan Indonesia. Tetapi, juga menghambat prestasi pemain dan kemajuan sepakbola.
"Sebagaimana jawaban Pak Jokowi pada saya saat berbincang pada 20 Februari lalu. Kata beliau (Jokowi) hanya ada satu kata untuk mafia bola, habisi," kata Ara kepada wartawan, Selasa (26/2).
Anggota Dewan Pembina Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ini menuturkan, kompetisi yang dipimpinnya yakni Piala Presiden sejak 2015-2018 bebas dari skandal pengaturan skor. Saat itu, Ara bertugas sebagai Ketua Steering Committee (SC).
Sebab sebelum perhelatan Piala Presiden, kata Ara, Jokowi telah berpesan kepadanya agar sepak bola membangun ekonomi rakyat. Pesan Presiden dalam pertemuan itu disebut sangat tegas.
Dia menambahkan Jokowi memberikan lima arahan yang harus diperhatikan. Pertama, pertandingan tidak menggunakan uang negara dan harus berjalan transparan maka setiap pertandingan hasil pendapatan dari tiket selalu diumumkan.
Kedua, harus berjalan secara fair-play dan tanpa pengaturan skor. Ketiga, menjadikan Piala Presiden sebagai industri bola yang semakin berkembang dengan adanya turnamen.
Keempat, meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi rakyat. Kelima, menjadi ajang pencarian dan pembinaan prestasi pemain-pemain terbaik bangsa.
"Maka Piala Presiden diaudit oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) dengan hasil transparan," tegas Ara.
Oleh karenya, Ara meminta Satgas Mafia Bola bertindak dan mengusut tuntas masalah yang menyeret Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Tentunya dengan memperhatikan asas praduga tidak bersalah.
Sebelumnya, Jokowi meminta kasus pengaturan skor bola diusut tuntas. Dia berpesan agar mafia bola segera dibersihkan.
"Itu sudah menjadi kewenangan Polri untuk menyelesaikan ini. Jadi kalau saya ya, selesaikan sampai tuntas agar sepak bola kita benar-benar bersih," kata Jokowi di Gelanggang Remaja, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2).
Jokowi berharap setelah kasus pengaturan skor diselesaikan, laga sepakbola di Tanah Air berjalan sesuai harapan. Tidak ada lagi oknum-oknum yang memainkan skor bola.
"Yang juara juga betul-betul juara. Agar jangan sampai kita sudah terlanjur wah (euforia kemenangan) wah juara, juara, tapi ternyata ha ha ha. Ternyata banyak pengaturan skor. Itu yang saya kira dituntaskanlah sampai rampung," ujarnya.
Hingga saat ini Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan 15 tersangka. Salah satu di antaranya Plt Ketua umum Joko Driyono.
Joko Driyono atau yang kerap disapa Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor. Dia menjadi aktor intelektual aksi di bekas kantor PT Liga Indonesia itu.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya