Duit disunat, mantan kombatan GAM sandera mobil Wabup Aceh Timur
Merdeka.com - Mobil Wakil Bupati Kabupaten Aceh Timur, Syahrul disandera oleh sejumlah orang yang mengaku mantan kombatan Gerakan Aceh Mereka (GAM), Senin (8/6) sekira pukul 22.30 WIB. Penyanderaan ini terjadi di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.
Insiden ini terjadi saat rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menghadiri Jambore Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Aceh tahun 2015 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Kejadian ini disebut-sebut berkaitan dengan pemotongan hak untuk mantan kombatan di wilayah itu.
Selain mobil Wabup Aceh Timur BL 154 DB, mereka juga menahan dua unit mini bus dan satu unit mobil Kijang Nopol BL 7012 DB. Akibatnya rombongan Aceh Timur yang ikut dalam acara tersebut panik, hingga kocar-kacir mencari angkutan lain untuk kembali ke penginapan.
Insiden ini yang berlangsung cepat membuat pengunjung heboh. Beberapa saat kemudian, tim dari Polresta Banda Aceh langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan situasi.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli yang dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan kejadian tersebut, dia menyebutkan ada beberapa orang menahan mobil Wakil Bupati Aceh Timur bersama rombongan. Untuk menghindari tidak terjadi anarkis, polisi langsung mengamankan lokasi.
"Hasil konfirmasi kita dengan saudara-saudara kita itu mereka tidak menyandera mobil tersebut, tetapi hanya menahan saja. Tujuan mereka hanya ingin berbicara dengan Wakil Bupati terkait hak-hak mereka," kata Kombes Pol Zulkifli, Selasa (9/6) di Banda Aceh.
Setelah bertemu dengan Wakil Bupati atau Pemkab Aceh Timur, mereka akan mengembalikan mobil tersebut. Polisi juga akan melakukan pendekatan persuasif dengan puluhan orang yang mengaku mantan kombatan GAM tersebut.
"Kita juga akan melakukan pendekatan persuasif. Ini supaya hal-hal kecil itu jangan menjadi besar. Mereka juga saudara-saudara kita," kata Kombes Zulkifli.
Sementara itu, salah seorang yang ikut menahan mobil tersebut Syarifuddin mengatakan, pihaknya menahan mobil itu bukan untuk anarkis, tetapi hanya ingin bertemu Wabup untuk menjelaskan dana kompensasi yang dijanjikan untuk mantan kombatan GAM.
"Kami hanya meminta agar Pemkab Aceh Timur menjelaskan dana untuk mantan kombatan. Karena dana daerah untuk mantan kombatan di Aceh Timur sudah dipotong Pemkab hingga 10 persen," rinci Syarifuddin.
Katanya, itu harus dijelaskan kepada pihaknya atau masyarakat dikemanakan uang itu. Dana itu bukan untuk pribadi tetapi untuk masyarakat banyak. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya